• Home
  • Inhil
  • Keluhkan Ketiadaan Fasilitas Berlatih Skateboarding, Komunitas Skateboard Tembilahan 'Curhat' ke Lawyer On The Street

Keluhkan Ketiadaan Fasilitas Berlatih Skateboarding, Komunitas Skateboard Tembilahan 'Curhat' ke Lawyer On The Street

Kamis, 04 Oktober 2018 | 10:37
INHIL, RIAUREEN.COM - Komunitas skateboard di Tembilahan, Inhil Riau yang bernama Tembilahan Skateboarding (TS) curhat ke Lawyer On The street (03/10/2018).

Untuk diketahui, Lawyer on the street adalah program dari Kantor Hukum Matondang & Sikumbang besutan advokat/Pengacara bernama Yudhia Perdana Sikumbang yang mana ia membuka lapakan kopi dan jeruk peras sekaligus memberikan konsultasi hukum gratis kepada masyarakat yang kali ini digelar di Jl. Hang Tuah Tembilahan.

Dalam hal ini komunitas Skate Tembilahan tersebut mengeluh dan bercerita mengenai ketiadaan fasilitas latihan di Kota Tembilahan dan komunitas ini menganggap Pemda Inhil sama sekali tidak memperhatikan kegiatan positif dari komunitas skateboard ini.

Pengurus Tembilahan Skateboarding, Bambang (27), menjelaskan bahwa komunitas ini sudah lama dibentuk sejak tahun 2012. Tujuan awalnya memang untuk menampung orang yang hobi bermain skateboard. Mulanya mereka hanya sering ngumpul di Taman Kota Gadjah Mada.

Laki-laki yang akrab dipanggil Benk ini mengaku minimnya penerangan di taman tersebut dan ketiadaan pembatas antara teman-temannya bermain dengan pengunjung taman lainnya menyebabkan terbatasnya ruang gerak komunitas skateboarding ini untuk melakukan latihan. Kemudian, dirinya juga bercerita pernah diusir oleh penjaga rusun di parit 6 Tembilahan.

"Setiap sore kadang malam juga kami rutin latihan di Taman Gadjah Mada sebelah Polres dan juga pernah kami diusir sewaktu main di rusun parit 6. Seandainya saja kami ada tempat untuk latihan dari Pemda. Kan kegiatan kami ini positif" ungkapnya.

Lebih lanjut, Yudhia Perdana Sikumbang menjelaskan, seharusnya pemerintah daerah memperhatikan pemuda pemuda  komunitas skater ini agar komunitas Skate ini bisa menyalurkan minat dan bakatnya sehingga tidak melakukan hal yang negatif.

"Jangan sampai nantinya para pemuda inhil kita ini ber antipati dalam berkonstribusi, ya seperti ini kan dapat dikatakan berkonstribusi untuk negeri siapa tau nanti mereka bisa ikut turnamen skateboarding skala nasional bahkan internasional. Untuk mencapai kesana tentu perlu dukungan dan kesediaan pemerintah memfasilitasinya. Setidaknya membuatkan lapangan bermain skateboarding (skate park) mudah-mudahan saja pemerintah kita mendengar keluhan komunitas ini" ujarnya.

Kemudian, pengacara yang bersertifikasi pengadaan barang dan jasa ini menambahkan bahwa tidak tepat komunitas ini "curhat" terkait ketiadaan fasilitas ke dirinya.

"Saya selaku praktisi hukum sebenarnya tidak ada wadah untuk menampung keluhan ini, kecuali menyoal permasalahan hukum. Namun karena komunitas ini mengadu kepada saya dalam program yang saya buat (Lawyer on the street.red) setidaknya saya berstatement untuk kemudian di dengar oleh pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah. Intinya mereka ingin supaya diperhatikan oleh pemerintah" tuturnya.

Loading...
Lebih lanjut, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Inhil, Muridi Susandi, mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan oleh anak muda Inhil pada komunitas Tembilahan Skateboarding ini. Namun juga menyayangkan ketidakperhatian pemda terhadap Komunitas ini.

"Memang terdengar oleh saya bahwa sudah lama anak-anak muda Inhil bermain Skate di taman sebelah polres. Namun sayangnya tempat itu juga dikunjungi oleh warga. Tentu besar kemungkinan ada kontak antara mereka yang latihan dengan warga pengunjung taman. Seharusnya Pemda memperhatikan Komunitas Skate Tembilahan ini dengan memberi fasilitas untuk mereka latihan. Mudah-mudahan saja kedepannya mereka mendapat perhatian dari pemerintah," tutupnya. (ms)

Loading...
BERITA LAINNYA
Sidak di Dua Instansi, Ini Instruksi Wardan
Selasa, 04 Desember 2018 | 16:34
Wabup Inhil Ajak ASN Berperilaku Sehat
Sabtu, 01 Desember 2018 | 12:59
BERIKAN KOMENTAR
Top