• Home
  • Inhil
  • Menit terakhir menuju bilik suara 27 Juni 2018

Menit terakhir menuju bilik suara 27 Juni 2018

Oleh : Yudhia Perdana Sikumbang
Selasa, 19 Juni 2018 | 17:34
Pilkada yang diketahui akan dilaksanakan beberapa hari lagi, tentunya menjadi persiapan ekstra bagi semua Tim Paslon, semua paslon akan melaksanakan Kampanye akbar sesuai jadwal dan tempat yang telah ditentukan dari jadwal kampanye yang telah ditentukan oleh KPU yang mana dimulai antara tanggal 15 Februari 2018 sampai dengan 23 Juni 2018 sementara pada 24 Juni 2018 dimulainya masa tenang dan pembersihan alat peraga kampanye. 

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 bukan semata-mata ajang pemilihan kepala daerah, melainkan juga menjadi fase krusial yang menentukan dua agenda kontestasi elektoral lainnya tahun depan, yakni pemilu legislatif dan pemilu presiden. Berdasarkan rekap data dari laman resmi KPU, jumlah pemilih pilkada serentak 2018 yang sudah final totalnya di angka 152.057.054. Terdiri dari 75.975.607 pemilih laki-laki dan 76.081.447 pemilih perempuan.

Seiring dengan semakin dekatnya hari H pilkada penulis tertarik melihat suasana dan kondisi politik jelang 27 juni 2018 ini khususnya di inhil, ada beberapa hal yang menjadi perhatian.

PERTAMA ya bisa kita lihat dengan adanya pemberitaan bahwa ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Inhil mengundurkan diri dari jabatannya, yang menarik disini adalah pengundurannya bisa dibilang dimenit terakhir jelang pilkada, mau tidak mau tentunya akan banyak menyisakan peertanyaan maupun yang mempertanyakan, meskipun alasannya adalah dikarenakan ingin bertarung sebagai Caleg DPRD Riau.

KEDUA kepada Semua kekuatan politik, dari semua masing-masing Tim Paslon pastinya menghitung kekuatan masing-masing terutama dalam memetakan modal elektoralnya di pilkada kali ini apalagi menjelang hitungan hari yang semakin dekat ini. Seluruh infrastruktur pemenangan dipanaskan guna memuluskan ragam strategi yang dipakai untuk memasarkan diri di tengah rivalitas antarkekuatan yang sangat tajam, ketajaman kekuatan rivalitas terlihat melalui pantauan penulis bersileweran dimedsos terlepas itu adalah dunia maya, tetap akan berpengaruh pada Preferensi politik masing-masing orang walaupun fakta dilapangan yang menentukan tetapi menurut penulis peran medsos terhadap preferensi politik akan ada implikasinya walaupun tidak signifikan.

Hal lain yang menarik adalah masyarakat seringkali bingung menerima terpaan kampanye. Termasuk dalam memaknainya sebagai realitas yang nyata atau maya. Yang asli atau manipulatif  dalam dunia yang melebur penuh kegaduhan yang disumbang oleh para politisi maupun simpatisan politik. Juga suburnya konflik yang berkembang di media sosial.
Kita prihatin betapa mudahnya di media sosial sebagian aktor dan simpatisan politik menuliskan umpatan, makian, dan kata-kata kotor, Hanya untuk mengungkapkan perbedaan pandangan, pendapat bahkan orientasi politiknya. Yang seolah tanpa norma dan aturan.

Pada setiap konstenstasi politik juga kita temukan kampanye yang sifatnya menyerang (attacking campaign). Dalam bentuk kampanye hitam untuk menghancurkan reputasi orang dan atau partai. Juga bentuk kampanye negatif, dengan menyerang pihak lain melalui sejumlah data atau fakta yang bisa diverifikasi untuk menjatuhkan dan targetnya untuk meraih keunggulan suara.

Terlepas dari apa yang menjadi penjabaran diatas dalam hal ini perlu menjadi perhatian bersama idealnya pemilih memerlukan waktu didalam bilik suara antara 4-5 menit, jadilah pemilih cerdas suara yang kita berikan di bilik suara menentukan nasib inhil 5 tahun kedepan, dan dimenit terakhir menuju bilik suara 27 juni 2018 ini diharapkan akan berjalan lancar dan damai.

Karena di Era Post Truth orang menciptakan kebenaran dari apa yang seringkali dipersepsikan. Antara harapan kejadian dengan fakta kejadian menjadi seringkali berhimpitan dan Bila masyarakat berdiri di atas fakta-fakta yang dimanipulasi, dipoles, disembunyikan, dilepaskan dari konteksnya, dan kemudian pendapat individu atau kelompok lebih ditonjolkan sebagai kebenaran, masyarakat ini sesungguhnya rapuh. Ia bagaikan bangunan kartu domino yang dengan satu sentuhan saja seluruh bangunannya runtuh.

Maka jadilah pemilih cerdas yang bisa menentukan pilihan.

BERITA LAINNYA
Bupati Inhil Resmikan Peluncuran Sistem InPAS
Senin, 16 Juli 2018 | 22:03
BERIKAN KOMENTAR
Top