• Home
  • Inhil
  • Waspada! Dua Harimau Betina Masih Berkeliaran di Hutan Inhil

Waspada! Dua Harimau Betina Masih Berkeliaran di Hutan Inhil

Selasa, 13 Maret 2018 | 13:52
Harimau yang terekam video tim BBKSDA Riau
INHIL, RIAUGREEN.COM - Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Hutomo, mengatakan, di sekitar lokasi tewasnya warga oleh terkaman harimau di Indragiri Hilir (Inhil), terpantau dua ekor harimau Sumatera. Keduanya berjenis kelamin betina, berusia sekitar empat tahun.

Untuk mempermudah identifikasi, BBKSDA Riau memberi nama keduanya dengan nama Boni dan Bonita.

Dalam kejadian ini, Bonita diduga kuat pelaku penerkam warga. Pasalnya, Jumiati sebelumnya tewas di tangan Bonita. Bonita juga disebut mengalami perubahan perilaku pasca menerkam Jumiati. Diantaranya, tidak sungkan untuk bertemu dan mendekati manusia. Sementara, harimau normal akan menghindar dan lari saat melihat kerumunan manusia.

Beberapa kali pula warga melihat Bonita berkeliaran di areal perkebunan sawit. Tidak sedikit gambar rekaman Bonita berkeliaran di perkebunan sawit direkam warga. Namun, untuk memastikan hal tersebut, Hutomo mengatakan pihaknya masih terus mendalaminya.

"Kami masih meneliti melalui identitas lorengnya. Apakah Bonita atau harimau sumatera lain. Pada saat kejadian, tim kita memang berada di sana," ujar Hutomo yang juga didapuk sebagai Ketua Tim Penyelamat Harimau di Inhil tersebut.

Sementara itu, ia menuturkan proses pencarian dan upaya penyelamatan Bonita terus dilakukan. Sejak awal pekan lalu, tim penyelamat Harimau terus ditambah, yakni dengan melibatkan tim penembak jitu menggunakan bius.

Untuk diketahui, setelah insiden pertama, tim BBKSDA Riau telah diturunkan untuk menangkap dan menyelamatkan harimau tersebut. Tim tersebut terdiri dari TNI, Polisi dan sejumlah pegiat satwa dilindungi.

Sejumlah perangkap juga telah dipasang. Perangkap-perangkap berbentuk kotak berisi kambing jantan dan babi hutan menyebar di sekitar lokasi itu.

Begitu juga kamera pengintai yang dipasang di setiap sudut dimana perangkap itu berada. Namun, selama lebih kurang dua bulan pencarian, belum ada perkembangan berarti. (sandi)



BERITA LAINNYA
Harga Kelapa Turun, Gempa Geruduk Kantor DPRD Inhil
Jumat, 21 September 2018 | 11:07
DPMD Kabupaten Inhil Gelar Diklat bagi BPD
Kamis, 30 Agustus 2018 | 16:12
BERIKAN KOMENTAR
Top