• Home
  • Inhil
  • Gugus Depan Pramuka 07.08 Lapas Kelas IIA Tembilahan Resmi Dikukuhkan

Gugus Depan Pramuka 07.08 Lapas Kelas IIA Tembilahan Resmi Dikukuhkan

Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:01
INHIL, RIAUGREEN.COM - Susunan pengurus majelis pembimbing dan pembina Gugus depan (Gudep) Pramuka 07.08 Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIA, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), masa bakti 2017-2020 resmi di kukuhkan, Selasa (10/10/2017)  pukul 09.30 WIB .

Dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) tentang sususan pengurus gugus depan pramuka 07.08 lembaga permasyarakatan kelas IIA Tembilahan sebagai berikut, Ketua Mabigus, Sudirwan SH, Ketua Gudep Marjohan SH, Sekretaris Nursiti Gultom.
Bendahara : M. Zainal Abidin

Anggota :

1. Dahrul, S.Sos
2. H. Syukur, S.Sos
3. Juntor Aritonang
4. Ronny Hutapea, SE
5. David Maihartoni
6. Yudi Syafruddin
7. Agung Satria
8. Randi Anelton
9. Bonni Ulie Asih
10. Ade Cintia Purnama
11. Sahrin
12. M. Ali
13. Zakaria
14. Dedi Susanto.

Tampak hadir pada acara tersebut, ketua kwartir cabang gerakan Pramuka 04.02 kabupaten Indragiri hilir H.Junaidi Ismail,Sos,M,SI(Ka Kawarcab), Dandim 0314 inhil yang diwakili oleh Pasiter Letkol,inf Iwan Andoko, kalapas kelas IIA Tembilahan Sudirwan SH, kepala devisi pemasyarakatan kantor Wilayah hukum dan ham(Kadivpas)  provinsi Riau, Lilik Sujandi.

Sambutan Ketua Gudep Pramuka 07.08 yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan Sudirwan SH mengatakan, terimakasih kepada Kwartir cabang 04.02 Gerakan Pramuka Inhil dengan pengurus yang dapat melaksanakan pengukuhan pengurus 07.08 Lapas Kelas IIA Tembilahan ini.

Sementara Ketua Kwartir cabang 04.02 Gerakan Pramuka Inhil Junaidi Ismail, S.Sos sangat mendukung penuh di bentuknya gugus depan di lapas kelas IIA Inhil.

"Kami bangka terharu atas kepedulian kakak Sudirwan, SH. dan kakak-kakak lainnya untuk membentuk wadah kedepan yang ada di Lapas Tembilahan," ucap Junaidi.

Lanjutnya, Kami yakin, kata dia, dengan melalui gerakan Pramuka apa yang menjadi harapan pihak Lapas Tembilahan dapat kita lakukan bersama pembinaan, tentu kami harap pembinaan bukan untuk kakak majelis pembimbing, kita harap kepada kakak-kakak yang ada di Lapas yang saat ini sedang menjalani proses pembinaan dari pihak Lapas, karna kita harapkan melalui gerakan Pramuka, dia tak mengenal tua dan muda.

Dimana ada dua sebutan, ada dua hubungan interaksi manusia, Ananda bagi kakak yang siaga dan di bawah pembina Adik, nanti siapa penggalang penegak panggilan kita kakak. Pola dari itu dalam pergaulan hubungan yang sangat erat. 

"Mudah mudahan dari sisi sebutan kita, interaksi, bisa kita lakukan pembinaan dalam Pramuka namanya proses keamongan sama dengan Tut Wuri Handayani," ulasnya.

Kedepannya dia berharap, proses pembinaan Kwartir akan membuka pintu untuk semua, sampaikan saja jika kurang tenang pelatih dan pembina, ini tanpa biaya.

"Semangat kita memakai kacu merah putih di leher ini rasa cinta kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI, juga artinya juga kita cinta sesama kita," tutupnya. (sandi)


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top