• Home
  • Hukum
  • 7.000 Ton Batu Bara Tumpah di Pantai Selatan Pandeglang

7.000 Ton Batu Bara Tumpah di Pantai Selatan Pandeglang

Rabu, 17 Juli 2019 | 11:13
Merdeka.com
tongkang batu bara di pantai selatan.
RIAUGREEN.COM - polri.go.idľ Pandeglang. Tumpahnya 7.000 ton batu bara yang terjadi di Perairan Pesisir Pantai Selatan, Cicadas Kabupaten Padeglang Banten menjadi salah satu perhatian penting jajaran polda Banten.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Kasat Polair Polres Pandeglang, Iptu David menyampaikan Polisi telah melakukan pemanggilan kepada beberapa pihak untuk mendalami kasus ini. "Penyelidikan dilakukan untuk lidik investigasi penyebab kecelakaan, apakah faktor Human Error atau dampak alam," ungkap Kasat Polair Polres Pandeglang.

Selain itu, Polres Pandeglang juga telah mengandeng Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten untuk membantu mengecek dampak pencemaran lingkungan atas kejadian tersebut. "Untunk mengetahui dampak pencemaran,  Langkahnya kita akan ngambil sampel di laut dicek di lab, kalau ada dampak pencemaran kita akan tindak lanjut," lanjutnya.

Diketahui sebelumnya, telah terjadi tumpahnya batu bara sebanyak 7.000 ton dari tongkang Kapal Alfina Nautika 25 di perairan pesisir pantai Selatan, Cicadas, Kabupaten Pandeglang, Banten yang sebelumnya direncanakan akan digunakan sebagai bahan bakar oleh pihak PLTU Labuan.(tbn)

Sebar Ujaran Kebencian, Polisi Tangkap Pemilik Akun Instagram Reaksirakyat1

Tribratanews.polri.go.id ľ Jakarta. Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap seorang tersangka ujaran kebencian di jejaring media sosial Instagram.  Tersangka atas nama Faisol Abod Batis ditangkap di kediamannya di Perumahan Permata Jingga Blok I Nomor 4, Malang, Jawa Timur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkapkan tersangka menyebarkan ujaran kebencian melalui akun Instagram Reaksirakyat1.

"Tersangka telah memposting konten penghinaan terhadap Presiden dan instansi kepolisian," jelas Brigjen Pol. Dedi Prasetyo melalui pesan singkat, Rabu (17/07/19).

Jenderal bintang satu tersebut mengatakan tersangka menyebar video dengan caption menunjukkan banyaknya konflik agraria, penembakan, penganiayaan, orang mati di rezim Jokowi yang tidak bisa dipercaya. Selain itu video lainnya juga diposting tersangka dengan caption Polisi gagal melindungi hak asasi manusia pada aksi 21-22 Mei.(tbn)

Loading...
BERITA LAINNYA
Tega! Demi Arisan, Anak Dipaksa Ngemis
Selasa, 03 Desember 2019 | 11:20
BERIKAN KOMENTAR
Top