• Home
  • Hukum
  • Diperiksa, Eks Direktur PT PER Dugaan Kredit Macet

Diperiksa, Eks Direktur PT PER Dugaan Kredit Macet

Kamis, 11 Juli 2019 | 12:59
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Eks Direktur PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), Kusnanto Yusuf, diperiksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Rabu (10/7/2019).

Dia jadi saksi untuk perkara dugaan kredit macet Rp1,29 miliar di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Riau itu.

Kusnanto tidak sendiri, penyidik juga memanggil saksi lain, yakni Pimpinan Desk Pemasaran dan Kredit Khusus (PMK), Irfan Helmi, Analisis Pemasaran, Rahmiwati, dan kasir di PT PER, Sari Sasmita. Juga ada Sri Wahyu Utama dari swasta dan Ketua Koperasi Permata I Delima, Syardawati Idham.

"Ada enam orang saksi yang kami panggil hari ini (kemarin). Empat dari PT PER dan dua dari pihak swasta," ujar Kepala Seksi Pidus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni.

Yuriza menegaskan dalam perkara ini penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti kuat adanya tindak pidana. Dari saksi-saksi yang dipanggil belum ada ditetapkan sebagai tersangka.

Sejak perkara ditingkatkan ke penyidikan pada 31 Mei 2019, penyidik sudah memanggil banyak saksi. Ada Direktur PT PER, Rudi Alfian Umar, Yuli Rizki selaku kasir, dan Ketua Kelompok UMKM, Irawan Saryono. "Kalau alat bukti sudah lengkap, kami akan gelar perkara untuk penetapan tersangka,"  ucap Yuriza.

Kredit macet ini dilaporkan oleh manajemen PT PER ke Kejari Pekanbaru. Kredit yang diusut adalah penyaluran kredit bakulan atau kredit kepada UMKM pada Kantor Cabang Utama PT PER.

Diduga terjadi penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada tujuh perjanjian kredit atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000, atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017.

Penyimpangan pemberian tiga fasilitas kredit baru kepada dua mitra usaha yang dilakukan itu ketika angsuran atas fasilitas kredit sebelumnya belum lunas atau kredit macet.

Penggunaan fasilitas kredit yang diterima dua mitra usaha itu tidak disalurkan ke anggota mitra usaha. Kredit itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum PT PER atau digunakan untuk membayar angsuran fasilitas kredit sebelumnya.

"Kami mengapresiasi pihak PT PER yang kooperatif menghadirkan saksi-saki. Mereka juga memberi bukti-bukti yang dibutuhkan penyidik," tutur Yuriza.

Loading...
BERITA LAINNYA
Ngamar, 2 Pasang Insan Diciduk saat Razia
Kamis, 18 Juli 2019 | 13:50
Ditangkap, Seorang Pelaku Narkoba di Kampar
Kamis, 18 Juli 2019 | 13:30
Tambang Pasir Ilegal di Rupat Resah Warga
Kamis, 18 Juli 2019 | 13:02
BERIKAN KOMENTAR
Top