• Home
  • Hukum
  • Polisi: Artis VA 9 Kali Terima Order dari Dalam dan Luar Negeri

Polisi: Artis VA 9 Kali Terima Order dari Dalam dan Luar Negeri

Selasa, 15 Januari 2019 | 14:22
foto beritajatim
RIAUGREEN.COM - Tim digital forensik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) menemukan bukti baru hasil dari rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan artis VA dan dua muncikari T dan ES, terkait kasus dugaan prostitusi online.

"Artis VA dua kali menerima order di Singapura, enam kali di Jakarta dan satu kali di Surabaya. Jadi sudah terbuka sembilan kali order dari 15 kali order," tutur Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, di Mapolda Jatim, seperti dikutip dari liputan6.com, Senin (14/1/2019).

Yusep menegaskan selama sembilan kali terima order, artis VA dijual oleh enam muncikari.

"Saat ini kami masih menangkap dua muncikari yaitu T dan ES, sementara sisanya yang empat orang masih DPO dan semoga segera ketangkap," ujarnya.

Sebelumnya, Subdit Crime Ditreskrimsus Polda Jatim terus mengembangkan kasus prostitusi online yang menjerat artis Film Televisi (FTV) VA dan model majalah pria dewasa, AS. Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan polisi, rupanya omzet dari transaksi prostitusi online ini menembus Rp 2,8 miliar pertahun.

Dalam kasus tersebut Polda Jatim menahan dua tersangka yang bertindak sebagai muncikari yakni TN (28) dan ES (37). Rekening dari kedua tersangka ini sudah diblokir oleh petugas untuk mengetahui dari mana dana yang masuk, lalu dana itu keluar ke mana.

"Untuk menguatkan prostitusi online ini besar, penyidik mengambil data rekening koran dari tersangka. Ternyata transaksinya cukup besar Rp 2,8 miliar pertahun. Data itu dari perbankan," tutur Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, baru-baru ini.

Polda Jatim akan terus kembangkan kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan model majalah dewasa. Sehingga praktik prostitusi online bisa diungkap sampai tuntas.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menambahkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan pihak perbankan untuk menelisik data digital berupa rekening koran dari muncikari ES.

Loading...
BERITA LAINNYA
“Gempur Rokok Ilegal”
Selasa, 16 Juli 2019 | 11:25
BERIKAN KOMENTAR
Top