• Home
  • Hukum
  • Ingin Punya Anak Berobat ke Dukun, Ibu Muda Malah Dicabuli

Ingin Punya Anak Berobat ke Dukun, Ibu Muda Malah Dicabuli

Senin, 06 Agustus 2018 | 15:07
foto int
RIAUGREEN.COM - Sungguh malang nasib ibu muda berinisial Ni Luh W (23). Keinginannya untuk punya anak membuatnya meminta tolong dukun yang malah mencabulinya.

Korban dicabuli di Mrajan atau tempat persembahyangan di rumah oleh dukun I Komang Wawan alias Mang Pulu (42). Pelaku telah dilaporkan oleh I Komang J (30) suami korban ke polisi.

Peristiwa itu berawal saat korban mendatangi rumah pelaku dengan tujuan berobat supaya mendapatkan momongan pada Senin 11 Juni 2018. Kemudian prosesi pengobatan nonmedis itu dilakukan di Mrajan, di mana ritual tersebut diawali dengan persembahyangan menghadirkan leluhur secara agama Hindu.

Persembahyangan kemudian dilanjutkan dengan korban bersandar di bahu kiri pelaku yang duduk bersila. Pelaku kemudian meluruskan kaki kirinya ke depan dan menyuruh korban tidur di paha kirinya. Pelaku lantas memasukan tangan kanan ke dalam baju korban dan menyentuh bagian tengah dada korban.

Tak berhenti di situ, pelaku lalu menyuruh korban membuka kamben (sarung), namun korban hanya melepas tali ikat kamben saja. Pelaku lantas meraba-raba perut korban. Aksi pelaku makin menjadi-jadi dengan memegang leher dan membalikkan kepala korban menghadap ke kemaluannya.

Peristiwa tersebut berlangsung kurang lebih 1 menit hingga korban merasakan ada cairan sperma pelaku masuk ke dalam mulutnya. Akibatnya, korban pun mual dan muntah-muntah.

Akibat hal itu pelapor curiga dan mendesak korban menceritakan semuanya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Melaya, Jembrana.

Sang dukun cabul itu diringkus polisi pada Senin 30 Juli 2018 sekira Pukul 15.00 Wita di rumahnya di Banjar Puseh, Desa Tuwed, Melaya, Jembrana. Peristiwa itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A Sooai.

"Pelaku adalah seorang petani yang juga sekaligus menjadi dukun. Di mana pelaku menyuruh pasiennya untuk melakukan hal itu di Mrajan saat menjalani ritual tersebut," ungkapnya di Jembrana, Jumat (3/8/2018).

Pihaknya mengaku masih mendalami kasus tersebut apakah yang menjadi korban hanya satu orang atau lebih. "Kami sudah memeriksa beberapa saksi. Pelaku ini telah melanggar Pasal 289 KUHP terancam hukuman 5 tahun penjara," jelasnya.

Dia menambahkan, barang bukti yang diamankan adalah satu lembar kamben warna kuning motif kotak ungu, satu celana kain panjang motif bunga dan daun warna hijau-merah. Satu buah baju kaos warna coklat muda dan uang Rp8 juta. (*)

Loading...
Sumber: okezone.com

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top