• Home
  • Hukum
  • Tepergok Warga Bawa Perempuan ke Rumah, Kepala Bappeda Langsa Dimandikan Air Comberan

Tepergok Warga Bawa Perempuan ke Rumah, Kepala Bappeda Langsa Dimandikan Air Comberan

Kamis, 02 Agustus 2018 | 18:52
SF dan DK ketika dimandikan dengan air comberan setelah kedapatan mesum oleh warga, Langsa, Sabtu (29/7). (Rakyat Aceh/Jawa Pos Group)

RIAUGREEN.COM - Tindakan Kepala Bappeda Kota Langsa SF, 52, yang membawa perempuan ke rumah salah satu warga menuai kecurigaan masyarakat. Akibatnya rumah Gampong PB. Seuleumak, Langsa Barat, Aceh itu digerebek warga. Ketika digerebek dia kedapatan berkhalwat dengan seorang perempuan muda DK, 29,

Informasi yang diterima Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB Sabtu (28/7). Saat itu warga mencurigai SF yang datang di salah satu rumah warga di Dusun Bukit, Gampong PB Seuleumak dengan seorang perempuan muda berinisial DK.

Akhirnya warga melakukan penggerebekan dan menemukan SF sedang berduaan dengan DK. Spontan warga yang tidak terima gampong mereka dicemari membawa SF dan DK keluar rumah. Mereka beramai-ramai memandikan pasangan yang mengaku telah menikah siri tersebut dengan menggunakan air comberan.

Tidak ada perlawanan dari pasangan tersebut ketika warga mengeksekusi me­reka dari dalam rumah. Bahkan, pasangan tersebut mematuhi dan menerima perlakuan warga ketika dimandikan dengan air comberan yang kotor dan hitam.

Setelah dimandikan, pasangan SF kembali ke kediamannya di Gampong Baroeh, Langsa Lama, dan DK ke Gampong Geudeubang Jawa, Langsa Baroe.

Kepala Dinas Syariat Islam Langsa Ibrahim Latif mengatakan, dirinya telah mendengar kejadian tersebut dan sudah mendatangi lokasi kejadian. Namun, ketika sampai di lokasi, dia tidak lagi menemukan pasangan tersebut.

''Namun demikian, kami akan memanggil SF dan DK serta para pihak lainnya untuk menyelesaikan kasus ini secara qanun syariat. Tapi, status nikah sirinya sah. Maka, proses hukum akan dilakukan secara mediasi hukum adat dan di sini akan kami panggil para pihak, yaitu pihak gampong tempat berdomisili SF dan DK,'' tutur Ibrahim.

Wali Kota Langsa Usman Abdullah mengatakan, dirinya belum menerima laporan secara resmi, baik dari SF maupun pihak lainnya. Namun, dia mengatakan telah mengetahui peristiwa yang menimpa bawahannya tersebut.

''Saya telah mendengar kejadian itu. Apalagi, warga sudah menyebarkan kabar itu di media sosial. Bahkan, saya mendapat klarifikasi dari Gauechik Gampong Baroeh, Langsa Lama, Antoni bahwa SF dan DK berstatus suami istri. Sudah menikah siri di Binjai, Sumatera Utara,'' katanya.

Sementara itu, SF mengatakan bahwa tuduhan dirinya mesum atau berkhalwat dengan DK itu tidak benar. Sebab, dirinya telah menikahi DK yang merupakan seorang janda secara siri di Binjai, Sumatera Utara, pada Februari 2018.

''DK itu istri saya. Kami menikah siri Februari lalu di Binjai, Sumatera. Saya memiliki dokumen buku akad nikah siri,'' ujar SF.

Dia menambahkan, dirinya dan DK tidak melawan saat digerebek warga untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Loading...
Source: jawapos.com


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top