• Home
  • Hukum
  • Kasihan! Cewek Ini Sampai Pingsan Diperkosa 4 Temannya di Kuburan

Kasihan! Cewek Ini Sampai Pingsan Diperkosa 4 Temannya di Kuburan

Minggu, 15 April 2018 | 12:52
RIAUGREEN.COM - Cewek tanpa busana yang ditemukan di area makam Karang Tembok Sidotopo Sekolahan IV, Surabaya sudah sadarkan diri. Kepada polisi, ia mengaku diperkosa 4 teman di kuburan hingga pingsan. 

 Cewek berinisial NH itu pernah sekolah di salah satu pondok pesantren di Bangkalan. Hal itu diketahui dari kartu identitas yang ditemukan di lokasi kejadian bersama korban. 

 Namun Sekretaris Pondok Pesantren (Ponpes)Al-Bakriyah, Bangkalan, Baghowi A.Hakam memberikan klarifikasi terkait status keanggotaan NH di ponpesnya. Baghowi tidak memungkiri jika NH pernah nyantri di Al-Bakriyah selama kurang lebih 2 tahun. Namun NH sudah dikeluarkan dari pesantren pada tahun 2015 lalu.

 "Karena ada alasan sesuatu yang tidak bisa disampaikan di sini," ujar Baghowi yang mendatangi kantor Radar Surabaya (Jawa Pos Grup/pojoksatu), Jumat (14/4/2018). 

 Menurut Baghowi, akibat dikeluarkannya NH tersebut secara otomatis kartu anggota santri dicabut atau tidak aktif.

 "Kejadian tersebut adalah musibah bagi lembaga Pondok Pesantren Al-Bakriyah, para Masyaikh, Asatidz, santri dan seluruh warga pesantren," pungkasnya.  
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Semampir Iptu Junaidi membeberkan bahwa setelah lepas dari ponpes di Bangkalan itu, NH bekerja di salah satu Giras di daerah Bulak Banteng Surabaya. 

 NH terpaksa dipindahkan ke Bangkalan oleh orang tuanya yang tinggal Jalan Citarum Madiun, dekat Alun-alun ini karena nakal dan sering mengonsumsi obat tertentu. 

 Kini, NH telah diserahkan ke PPT RS Bhayangkara untuk pemulihan fisik maupun psikisnya.

 "Orang tua korban sudah bertemu dengan NH," ujar Iptu Junaidi.

 Terkait visum untuk memastikan keadaan korban adalah hasil kekerasan seksual masih belum keluar. Namun pihak dokter sudah memberikan keterangan bahwa jika dari luka yang ada di kelamin korban ini mengindikasikan akibat tindak kekerasan atau pemaksaan. (*/rdk) 

 Pojoksatu  

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top