• Home
  • Hukum
  • Gara-gara Ingin Kuasai 'Ilmu Tembus' Tembok, Paman Dibunuh

Gara-gara Ingin Kuasai 'Ilmu Tembus' Tembok, Paman Dibunuh

Jumat, 19 Mei 2017 | 14:49
Ilustrasi@net
RIAUGREEN.COM - Tragis benar yang dialami Ujang Riswanto, 45, warga Kampung Pasiranjaya, kecamatan Denteteladas, Tulangbawang, Lampung ini.

Dia ditemukan tewas bersimbah darah diatas kasurnya dengan kondisi mengenaskan Rabu dini hari (17/5) sekitar pukul 04.00 WIB.

Lehernya nyaris putus akibat terkena senjata tajam, sedangkan istrinya Warsina, 40, mengalami luka berat dan segera dilarikan ke Puskesmas terdekat oleh warga sekitar.

Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Efendi menceritakan, peristiwa sadis ini bermula saat tersangka KN, 17, warga Kampung Sukarandek, kecamatan Kualasekampung, Lampung Selatan bertamu ke rumah korban, pamannya sendiri, Selasa (16/5) malam.

"Setelah itu tersangka menonton televisi di ruang keluarga. Kemudian sekira pukul 21.00 WIB tersangka teringat pesan gurunya yang berada di gunung pancong, Bakauheni Lampung Selatan. Jadi tersangka ini terobsesi untuk mendapatkan ilmu menembus tembok dengan cara membunuh dan mengambil darah serta menyerahkan darah tersebut ke gurunya," ucapnya saat ditemui di Mapolsek Tulangbawang, Rabu malam (17/5).

Lebih lanjut, AKP Efendi menjelaskan bahwa dari situ tersangka menyusun rencana untuk membunuh pamannya sendiri

"Jadi tersangka ini menunggu pamannya tidur untuk memuluskan rencananya. Tetapi hingga pukul 23.30 WIB Ujang belum juga tertidur. Kemudian tersangka disuruh tidur oleh bibinya Warsina untuk tidur di kamar depan," tambahnya.

Setelah itu, lanjut AKP Efendi, sekira pukul 00.00 WIB pamannya Ujang belum juga tertidur "Kemudian tersangka tidur di kamar depan karena pamannya tak kunjung tertidur. Di situ tersangka ketiduran dan terbangun sekira pukul 04.00 WIB," ungkapnya.

Setelah terbangun, tersangka keluar kamar dan melihat Ujang tidur dengan anaknya dir uang keluarga. "Disitu bibinya tidur terpisah dik amar tengah. Setelah melihat paman dan bibinya tidur tersangka pergi ke dapur untuk buang air kecil," ujarnya.

Disitu tersangka menemukan satu bilah senjata tajam jenis parang yang tepatnya berada di dapur "Karena parang itu sedikit tumpul. Tersangka ini lalu mengasahnya dengan menggunakan batu batako yang berada di dapur," jelasnya.

Setelah mengasah parang itu, tersangka kembali ke ruang keluarga untuk melancarkan aksinya "Tetapi tersangka berhenti di pintu dapur untuk mencari senjata lain yang lebih tajam. Tetapi tersangka ini tidak menemukannya," ungkap AKP Efendi.

Mantan Kasat Reskrim Polres Mesuji tersebut menambahkan, Sekira pukul 04.30 WIB tersangka langsung melancarkan aksi nekatnya dengan langsung membacok pamannya saat dalam keadaan tertidur "Tersangka menggunakan kedua tangannya dengan membacok leher bagian kiri dua kali kemudian dilanjutkan dengan ketiak bawah bagian kiri," ucapnya.

Warsina terbangun dan kaget ketika melihat suaminya bersimbah darah. "Di situ tersangka langsung membacok Warsina dengan menggunakan parang yang sama dengan kedua tangannya di bagian kepala belakang tiga kali dan tangan sebelah kanan," tukasnya.

Setelah melakukan aksi nekatnya, tersangka kembali ke ruang tamu sembari membawa parang yang digunakan untuk melancarkan aksinya "Setelah itu tersangka langsung meninggalkan tempat kejadian dengan melarikan diri menuju pintu depan setelah itu menutupnya dari luar," terangnya. (source:jpnn.com)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top