• Home
  • Hukum
  • Mahasiswa Bunuh Pacarnya di Depan Orang Tua

Mahasiswa Bunuh Pacarnya di Depan Orang Tua

Jumat, 19 Mei 2017 | 10:02
Rekontruksi pemuda bunuh pacar. 2017 Merdeka.com/
RIAUGREEN.COM - Kesal cintanya tak direstui, Suryanto alias Kempol (20) nekat menghabisi nyawa pacarnya, Sonia Priska Pratiwi (19). Ironisnya, pembunuhan itu dilakukan di hadapan orangtua korban.

Hal itu terungkap dalam hasil rekonstruksi yang digelar Polsek Sukarami Palembang, Kamis (18/5). Reka ulang diperagakan langsung oleh tersangka yang berstatus mahasiswa Teknik Elektro Universitas PGRI Palembang, sedangkan korban, mahasiswi Sistem Informatika Universitas Bina Darma Palembang, oleh keluarga korban.

Rekonstruksi digelar sebanyak 33 adegan. Pembunuhan itu terjadi di rumah tersangka Kempol di Jalan Sukawinatan, Kelurahan Sukajaya, Sukarami, Palembang, Sabtu 29 April lalu.

Kejadian berawal saat tersangka dan korban terlibat cekcok mulut di kampus Bina Darma Palembang dan disaksikan sekuriti kampus. Tersangka sempat mencekik leher korban. Lalu, tersangka mengajak korban ke rumahnya.

Sesampai di rumah, keduanya kembali adu mulut dan disaksikan ayah tersangka. Tersangka masuk ke rumah dan mengambil pisau kemudian disimpannya di laci kamar.

Merasa ada gelagat buruk, korban mengirim SMS ke orangtuanya dan menghubungi temannya. Tak lama kemudian, ibu korban datang ke rumah tersangka.

Melihat keberadaan ibu korban, tersangka berang akhirnya terlibat cekcok mulut. Saat itu, tersangka meluapkan emosi karena tak terima hubungan asmaranya dengan korban selama tujuh tahun tidak disetujui dengan alasan status keluarga.

Lalu, tersangka menarik korban ke kamarnya. Di situlah, tersangka menusuk perut korban berkali-kali. Korban masih sempat melawan dan berusaha merebut posisi itu hingga keduanya bergulat.

Saat pergulatan itu, ibu korban sempat menyaksikan setelah mendobrak pintu. Dia melihat tersangka menginjak-injak tubuh korban sekarat. Tersangka langsung melarikan diri.

Ibu korban dibantu keluarga tersangka membawa Sonia ke RS Myria Palembang. Nyawanya tak tertolong lagi karena kehabisan darah.

Ibu korban, Nuryatmi membantah tak merestui hubungan anaknya karena status sosial. Menurut dia, tersangka kerap berbuat kasar dan cemburuan.

"Bahkan saya pernah dikalungi celurit oleh dia (tersangka), saya lapor polisi. Orangnya memang kasar," ungkap Nuryatmi, Kamis (18/5).

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Khalid Zulkarnain mengatakan, reka ulang sesuai dengan hasil pemeriksaan yang tercantum dalam BAP. Tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau mati.

"Setelah reka ulang, berkasnya akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk disidang," pungkasnya.

(red/mdk)

BERITA LAINNYA
Hirup Asap Genset, 7 Orang Tewas Saat Tidur
Jumat, 29 September 2017 | 12:35
Sadis! Gadis Cantik Ini Dibunuh Teman Sendiri
Kamis, 28 September 2017 | 11:57
BERIKAN KOMENTAR
Top