• Home
  • Hukum
  • Waspada! Kolor Ijo Pencabul 40 Wanita Kabur dari Tahanan

Waspada! Kolor Ijo Pencabul 40 Wanita Kabur dari Tahanan

Senin, 08 Mei 2017 | 20:59
Foto ilustrasi@net
RIAUGREEN.COM - Satu dari tiga tahanan yang kabur bernama Iqbal alias Bala (34). Oleh warga Luwu Timur, terpidana mati ini dikenal dengan julukan Kolor Ijo.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Malili menjatuhkan palu dengan vonis hukuman mati terhadap Iqbal pada April 2016 lalu. Terdakwa saat itu dijerat dengan pasal berlapis, yakni pembunuhan, penganiayaan berat, perlindungan anak dan pencurian.

Iqbal diseret ke pengadilan karena aksi sadisnya. Ia melakukan tindak kriminal dengan cara menusuk alat kelamin wanita menggunakan benda tajam alias pisau. 

Kejadiannya berlangsung pada tahun 2015 lalu. Korbannya pun tidak sedikit. Jumlahnya sekitar 40 orang.

Peristiwa ini pun membuat geger masyarakat Luwu Timur. Bahkan masyarakat kabupaten tetangga seperti Luwu Utara dan kota Palopo juga merasa gelisah. Masyarakat memberi julukan "Kolor Ijo," karena setiap kali beraksi ia hanya mengenakan pakaian dalam berupa kolor berwarna hijau.

Setiap malam kala itu, aparat kepolisian dan warga disibukkan dengan kegiatan roda malam. Mulai pukul 19.00 Wita, para wanita sudah tidak berani keluar rumah. Bahkan, pintu-pintu rumah sudah tertutup rapat. Aktifitas malam hari tidak berjalan seperti biasanya.

Tidak peduli, gadis atau wanita yang bersuami menjadi korban brutal Si Kolor Ijo ini. Ia masuk ke rumah warga pada saat korban tertidur pulas. Aksi itu dilakukan dengan cara mencungkil pintu dan jendela rumah. Tetapi sebelumnya, ia terlebih dahulu mematikan lampu teras rumah korban dengan memutar bola lampu.

Setiap pekan, ada saja wanita yang jadi korban dengan luka sobek pada bagian –maaf– kemaluannya. Mereka pun mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo, Wotu.

Anehnya, korban baru merasakan perih pada alat kelamin di saat terbangun dari tidur dan pelaku sudah lebih dulu kabur.

Pada tanggal 17 November 2015, Si Kolor Ijo berhasil diamankan oleh petugas kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kaur Reskrim Polres Lutim Iptu Agusman. Dihadapan penyidik, Iqbal nekat melakukan hal tersebut karena unsur sakit hati terhadap wanita.

Namun belakangan muncul dugaan kalau Iqbal tengah menuntut ilmu hitam.

Iqbal sempat bisa merasa lega, karena vonis hukuman mati Pengadilan Negeri Malili berganti dengan hukuman seumur hidup yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tinggi di Makassar. Vonisnya dijatuhkan pada Senin, 10 Oktober 2016.

Namun, Mahkamah Agung (MA) kemudian menjatuhkan kembali vonis mati kepada Si Kolor Ijo. Terpidana pun ditahan di Lapas Gunung Sari Makassar.

Pada Minggu, 7 Mei 2017 sekitar pukul 08.00 Wita, Iqbal alias Balla dengan nomor registrasi PM.02/2016 telah berhasil melarikan diri setelah menggergaji besi lalu melewati selokan.

Kapolres Luwu Timur AKBP Parojahan Simanjuntak yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan kaburnya Iqbal dari Lapas Gunung Sari Makassar. Iqbal melarikan diri bersama dua napi lainnya yang telah divonis hukuman seumur hidup.

"Benar, ada tiga narapidana yang melarikan diri dari Lapas Makassar. Satu diantaranya adalah Iqbal alias Balla. Saat ini tim dari polda masih melakukan pengejaran," terang Parojahan.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malili Khairul juga membenarkan kaburnya terpidana mati Iqbal alias Balla dan dua terpidana seumur hidup lainnya. "Iya, saya juga sudah mendapatkan informasinya," ujarnya.

Ia menjelaskan, Iqbal merupakan terpidana kasus pembunuhan, penganiayaan berat, perlindungan anak dan pencurian. Ia divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Malili.
"Hukuman tersebut juga telah dikuatkan oleh keputusan Mahkamah Agung. Menurut terpidana waktu menjadi terdakwa dalam sidang itu, korbannya sebanyak 40 orang lebih," ungkap Khaerul.

Kherul menambahkan, kaburnya terpidana mati Iqbal menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri oleh majelis hakim. Soalnya, majelis hakim dari PN Malili sendiri yang memberikan hukuman mati dengan dikuatkan keputusan Mahkamah Agung.

"Jadi bukan hanya masyarakat yang khawatir dengan kaburnya terpidana mati Iqbal. Tapi juga menjadi kekhawatiran bagi majelis hakim," ungkapnya.

Dirinya pun berharap kepada aparat kepolisian agar segera menangkap dan melakukan eksekusi terhadap Iqbal. "Dari awal terpidana ini memiliki sifat lain dan seperti menyembunyikan sesuatu," jelas Khaerul. (fajar.co.id)




BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top