• Home
  • GreenStyle
  • Subhanallah! Penjual Pentol Keliling Meninggal Dunia Saat Jadi Khotib Jum'at

Subhanallah! Penjual Pentol Keliling Meninggal Dunia Saat Jadi Khotib Jum'at

Rabu, 21 November 2018 | 13:39
foto youtube
Foto Ilustrasi
RIAUGREEN.COM - Kabar meninggalnya Ngartiyan (56) tahun menyita perhatian masyarakat, tidak seperti kabar kematian orang pada umumnya.

Pasalnya, Ngartiyan warga Dusun Plembon, Desa Banjarejo, Kecamatan Sukodadi Lamongan, Jawa Timur ini meninggal dunia saat menjadi khotib di Masjid Al Mubarok desanya, Jumat (16/11/2018) siang.

Seperti dikutip dari Surya Malang, Ngartiyan kesehariannya bekerja sebagai penjual pentol keliling.

Ia baru saja menyampaikan ceramah khotbah pertama, sebelum akhirnya tubuhnya lemas dan jatuh pingsan saat akan melanjutkan khotbah kedua.

Saat kejadian, para jamaah penasaran lantaran Ngartiyan tidak segera melanjutkan khotbahnya.

Para jamaah kemudian bergegas mendekati Ngartiyan dan menemukan ia terkulai lemas di lantai belakang mimbar.

Para jamaah lantas membawa Ngartiyan ke RSUD dr Soegiri.

Belum sampai di rumah sakit, Ngartiyan ternyata telah menghembuskan napas terakhirnya.

Hal tersebut tidak membuat para jamaah putar balik dan tetap membawa Ngartiyan ke rumah sakit.

Dokter yang memeriksanya pun memastikan, Ngartiyan telah meninggal dunia.


Jasad Ngartiyan kemudian di bawa ke kediamannya.

Bagaimana pribadi Ngartiyan ini hingga dalam menjemput ajalnya dalam keadaan indah sedang beribadah?

Kepala Desa Banjarejo, Adam Malik yang juga menjadi sahabat akrab di jamaah pengajian Ngartiyan menceritakan sosoknya.

Masih dikutip dari Surya Malang, menurut Malik, Ngartiyan adalah pribadi yang baik, akrab dengan masyarakat dan aktif beribadah.

"Korban merupakan sosok yang baik di mata masyarakat, sering mengikuti, tahlilan, Istighodzah, khataman dan pengajian," ujarnya.

Ngartiyan juga dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dengan semua kalangan tanpa pilih kasih.

"Orang ini pokoknya tergolong orang baik," tambahnya.

Warga desa tempat Ngartiyan tinggal pun merasa kehilangan sosok Ngartiyan.

Meninggalnya Ngartiyan yang menjadi perbincangan masyarakat pun dibenarkan oleh Kapolsek Sukodadi AKP Slamet Sugianto.

Slamet menyebutkan, Ngartiyan memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.

"Benar ada warga yang meninggal saat khutbah," katanya.

Menurut keterangan keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit jantung.

Diduga, penyebab kematian Ngartiyan adalah karena penyakit jantungnya kambuh.

Korban telah dimakamkan pada Jumat (16/11/18) malam di pemakaman desa setempat.

Semoga khusnul khotimah, Amin.(*)

Sumber: tribunnews.com



Loading...
BERITA LAINNYA
Siap-siap, Hujan Meteor Geminid akan Sambangi Bumi
Kamis, 13 Desember 2018 | 11:01
Google Percepat Penutupan Layanan Google+
Selasa, 11 Desember 2018 | 10:33
Renault Launching Mobil Rp100 Jutaan Tahun Depan
Jumat, 07 Desember 2018 | 14:59
BERIKAN KOMENTAR
Top