• Home
  • GreenStyle
  • Matahari Menjadi 4 di Kepulauan Riau Bikin Heboh, Pertanda Apa?

Matahari Menjadi 4 di Kepulauan Riau Bikin Heboh, Pertanda Apa?

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 01:17
RIAUGREEN.COM - Video Viral Fenomena Matahari Kembar Menjadi 4 di Kep Riau Bikin Masyarakat Heboh.

Munculnya fenomena alam matahari kembar menjadi empat bagian membuat masyarakat di Kepulauan Riau mendadak Gempar.

Video yang diunggah di Kanala Youtube oleh Herwin Hermnsayah tersebut berdurasi 1 menit 19 detik.

Dalam video tersebut memperlihatkan rekaman Matahari kembar menjadi beberapa bagian.

Berlokasi di sebuah pasar, masyarakat nampak heboh melihat fenomena tersebut.

Bahkan sebagian ada yang panik berlarian dan sebagian ada yang merekam fenomena alam tersebut.

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel "Fakta-fakta Fenomena Matahari Kembar 4 di Kep Riau dan jadi Viral di Media Sosial" Jumat (12/10/2018) Sebagian masyarakat ada yang menyebutkan, fenomena ini menandakan, dunia sudah tua dan tidak lama lagi akan berakhir.

Wajar saja banyak asumsi yang timbul di kalangan masyarakat, sebab fenomena ini baru pertama kali terjadi dan terlihat di Kepri.

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Addini yang dihubungi Kompas.com mengatakan, fenomena penampakan matahari kembar 4 merupakan hal biasa.

Hal itu terjadi karena adanya pantulan dari sinar matahari yang menerobos awan yang mengandung kristal es atau lebih dikenal awan sirus.

"Jadi matahari tidak bertambah dan tetap satu. Hanya saja awan sirus tadi yang memantulkan cahaya sehingga matahari tersebut terlihat kembar," kata Addini, Jumat (12/10/2018).

Addini berpendapat fenomena ini sering terjadi di luar negeri, terlebih di wilayah negara yang suhunya cukup dingin.

Bahkan fenomena ini juga sering dikenal dengan fenomena Sun Dog yang berarti sebuah fenomena di mana matahari terlihat lebih dari satu.

"Secara ilmiah pembentukan Sun Dog sendiri berawal dari cahaya matahari yang bersinar pada kumpulan lempeng es kristal heksagonal, yang tersusun secara harizontal di langit sehingga mengakibatkan cahaya dibelokan dengan sudut minimun 22 derajat," jelasnya.

Tidak itu saja, lanjut Addini fenomena ini juga kerap disebut halo, karena bersinar pada cincin halo di sekeliling matahari.

"Makanya bentuknya tidak utuh bulat, hanya mengeluarkan cahaya saja."

Loading...
"Kejadian di Kepri ada kemungkinan saat itu posisi matahari sedang dibawa, makanya terlihat lebih jelas," ujarnya.

Kejadian ini sempat menghebohkan warga, bahkan peredarannya di medsos juga terbilang lebih cepat hingga banyak yang mengira hal ini pertanda dari Allah. (source:tribunnews.com)

BERITA LAINNYA
Siapkan Uang Rp147 Juta, Motor Terbang Resmi Dijual
Senin, 12 November 2018 | 12:00
Maia Menikah, Ahmad Dhani Tak Diundang
Rabu, 31 Oktober 2018 | 12:37
BERIKAN KOMENTAR
Top