• Home
  • GreenStyle
  • Duh! Kampung di Indonesia Ini Terkenal dengan Poligami

Duh! Kampung di Indonesia Ini Terkenal dengan Poligami

Rabu, 18 Oktober 2017 | 23:57
RIAUGREEN.COM - Sidoarjo dikenal sebagai salah satu kawasan industri di Jawa Timur. Disamping itu, ada satu kawasan menarik yang memiliki julukan unik. Kawasan ini disebut sebagai desa poligami atau kampung poligami oleh masyarakat setempat.

Bukan tanpa alasan, pemberian nama ini disesuaikan dengan kondisi warga desa setempat. Sebab, kaum pria di desa ini sebagian besar memiliki istri lebih dari satu alias poligami.

Salah satu wanita yang suaminya melakukan poligami adalah Nur Khotimah. Wanita 55 tahun ini terpaksa berjualan kopi dan mie instan untuk menghidupi ketiga anaknya.

Suaminya menikah lagi dengan perempuan yang masih tetangganya. Namun, Nur dan suaminya tak bercerai secara resmi di pengadilan agama. Meski begitu, ia tak mau ambil pusing dengan apa yang dilakukan suaminya.

"Sudah tidak tinggal serumah. Biarkan saja, buat apa dipikirkan," katanya, dilansir detik.com.

Nur mengisahkan, dia memang sempat marah ketika suaminya baru menikah. Namun, ia kemudian tak mau ambil pusing dan bangkit untuk menghidupi anak-anakanya. "Kalau dipikirkan malah jadi penyakit," lanjutnya.

Setelah menikah lagi, suaminya sama sekali tak pernah memberikan nafkah. Oleh karena itu, Nur membuka warung kopi untuk membiayai hidupnya dan ketiga anaknya.

Suaminya pun sebenarnya sesekali bertandang ke rumahnya untuk menjenguk anak dan keempat cucunya. Namun, Nur sudah tak peduli lagi.

Ketiga anaknya menikah muda. Salah satunya menikah setelah lulus SMP, sementara dua lainnya menikah setelah lulus SMA. Meski begitu, Nur mengaku tak setuju jika anaknya menikah lebih dengan lebih dari satu orang.

Selain dirinya, menurut Nur banyak perempuan memiliki nasib yang sama ketika suaminya berpoligami.

Sementara itu, seorang warga bernama Mursidan menuturkan bahwa kawasan yang ditinggalinya diberi nama Jalan Wayoh karena banyaknya warga yang berpoligami. Wayoh jika diartikan ke bahasa Indonesia adalah bermadu atau poligami.

"Bahkan ada salah satu warga yang sampai memiliki tiga istri sekaligus, orangnya kayak penjaga tambak, tapi istrinya sampai tiga," tuturnya.

Namun, saat ini praktik poligami sudah mulai menurun karena generasi muda mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.(*)


BERITA LAINNYA
Cerita Jemaah Haji Indonesia Masuk ke Masjid Jin
Jumat, 17 Agustus 2018 | 20:33
Motor Nuklir Sekali Isi Tahan 40 Tahun
Jumat, 17 Agustus 2018 | 18:17
Facebook Ciptakan Fitur Mirip Tik Tok
Rabu, 01 Agustus 2018 | 09:14
BERIKAN KOMENTAR
Top