• Home
  • Ekonomi
  • Tingkatkan Perekonomian Lokal, Jatim Gelar Misi Dagang di Riau

Tingkatkan Perekonomian Lokal, Jatim Gelar Misi Dagang di Riau

Kamis, 05 Maret 2020 | 11:51
detikcom
Misi dagang Pemprov Jatim di Riau
RIAUGREEN.COM - Pemprov Jatim melakukan misi dagang ke Pekanbaru, Riau. Misi dagang ini mengambil tema 'Matchmaking Antar-Dunia Usaha'.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, misi dagang ini merupakan kali pertama yang dilakukan pihaknya ke Pekanbaru, Riau. Khofifah ingin misi dagang tersebut membuka pasar baru di antara dua provinsi.

"Pasar baru ini juga bertujuan agar ekonomi menguat. Kita punya captive market yg besar, kita bangun strong partnership antarprovinsi dengan yang lain," kata Khofifah di Pekanbaru, Kamis (5/3/2020).

Dari misi dagang ini, Khofifah menyebut bukan hanya Jatim yang untung, tetapi Provinsi Riau juga. Pada prosesnya, pasar baru ini akan memberi dampak yang produktif kepada dua provinsi.

"Bahwa sebenarnya kita (Jatim) tidak bisa tumbuh sendiri. Produk kita siapa yang beli kalau kita tumbuh sendiri. Maka dengan misi dagang ini, kita tumbuh bersama, memiliki daya beli yang tinggi antarprovinsi," jelasnya.

"Produk ada, kerja sama ada, pembeli juga ada, saling bersinergi. Harapannya misi dagang ini menggerakkan ekonomi di lini bawah agar terus tumbuh mengingat Jatim pertumbuhan ekonominya ditopang kuat perdagangan antarpulau dan provinsi juga UMKM," tambahnya.

Untuk target transaksi, Khofifah belum mematok persis di angka berapa. Dirinya ingin proses misi dagang berjalan baik dan memberi kabar segar untuk Jatim.

Sementara Kepala Bank Indonesia Jatim, Difi Ahmad Johansyah menjelaskan, saat ini kondisi ekonomi global sedang melemah dampak dari Corona. Untuk di Jatim, dampak tersebut belum terasa.

"Resep yang kita gunakan untuk menghadapi kondisi eksternal melemah, kita harus menggalakkan perdagangan daerah dengan memperkuat konsumsi dalam negeri. Seperti permintaan eksternal melemah, akan kita kompensasi dengan permintaan antar daerah," terangnya.

Menurut Difi, potensi Jatim sangat terbuka untuk menjaga perekonomian tetap stabil pada saat ini. Hal itu dibuktikan bahwa Jatim merupakan pemasok bahan pokok dan komoditi lain ke 17 provinsi di Indonesia.

"Jatim datang ke Riau besar harapannya untuk meningkatkan perdagangan antarpulau daerah sehingga saling bersinergi. Kita lihat mana yang dibutuhkan Jatim kita bisa impor dari provinsi lain, bukan dari luar negeri. Termasuk bagaimana provinsi Riau juga membutuhkan apa dari Jatim, kita juga akan pasok, seperti telur kita produsen terbesar dengan sumbangan 70 persen nasional, tapi kita butuh jagung dari wilayah lain," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, Jatim sangat terbuka terhadap datangnya investor dari Pekanbaru, Riau untuk berinvestasi di Jatim. Apalagi, saat ini ada Perpres 80 Tahun 2019 terkait percepatan pembangunan di Jatim.(detik.com)

Loading...
BERITA LAINNYA
Harga TBS Kelapa Sawit Naik Rp50,16 per Kg
Selasa, 24 Maret 2020 | 13:37
Permintaan CPO Dunia Melemah
Kamis, 30 Januari 2020 | 11:23
Harga TBS Kelapa Sawit Naik Jadi Rp1.682,20 per Kg
Selasa, 12 November 2019 | 15:54
Harga TBS Kelapa Sawit Naik Lagi Rp31,27 per Kg
Rabu, 30 Oktober 2019 | 11:11
Bank Indonesia Corner ke-13 Diresmikan
Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:35
BERIKAN KOMENTAR
Top