• Home
  • Ekonomi
  • Perum Bulog Rugi Rp 913 miliar pada Kuartal I-2017

Perum Bulog Rugi Rp 913 miliar pada Kuartal I-2017

Minggu, 30 April 2017 | 11:13
RIAUGREEN.COM - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan ada 26 perusahaan pelat merah yang merugi pada kuartal I-2017. Kerugian tersebut nilainya mencapai Rp 3,4 triliun.

Sekretaris Kementerian BUMN, Imam A. Putro, menyebutkan ada deretan BUMN yang memberikan kerugian kepada negara di tiga bulan pertama 2017 ini. Beberapa nama BUMN yang menyumbangkan kerugian pada kuartal I-2017 ini, antara lain PT Kertas Leces yang berkedudukan di Probolinggo, Jawa Timur yang fokus pada produksi kertas sesuai namanya. 

Selain itu, ada PT Industri Sandang (Persero) (Insan) yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. BUMN yang bergerak di industri garmen ini mulai redup namanya. 

"Leces punya rencana bangun aset, Insan juga dengan problematika hukum clear dan berjalan lebih, asetnya juga banyak. Kemudian Pertani membaik," jelas Imam dalam Media Gathering Kementerian BUMN di Wikasatrian, Bogor, Jumat (28/4/2017).

Selain itu, yang juga mengejutkan adalah Perum Bulog yang merugi Rp 913 miliar pada kuartal I-2017. BUMN pangan ini merugi karena belum mendistribusikan beras pra sejahtera (rastra). Meski demikian, Kementerian BUMN yakin Bulog bisa kembali pulih di kuartal berikutnya.

"Bulog rugi Rp 913 miliar pada triwulan I-2017, 2016 untung. Saya yakin triwulan I dan II sudah mulai untung," tutur Imam.

BUMN yag bergerak di bidang ritel pun ikut memberikan sumbangan kerugian di kuartal satu tahun ini. Deretan BUMN yang bergerak di sektor ritel seperti PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) juga tercatat memberikan kerugian di awal tahun ini.

"BUMN ritel dan BUMN perdagangan seperti RNI triwulan satu slow down," tutur Imam.

Imam mengatakan, kerugian BUMN pada kuartal satu tahun ini disebabkan karena belum masifnya pergerakan bisnis di sejumlah sektor, ia pun yakin ke depan jumlah BUMN yang mengalami kerugian akan berkurang. 

Di tahun ini, Kementerian BUMN menargetkan perusahaan pelat merah yang mengalami kerugian hanya PT Merpati Nusantara Airline yang sudah tidak beroperasi.

"Tahun ini kita targetkan Merpati saja karena memang sudah tidak ada aktivitas," tutup Imam. (detik.com)

BERITA LAINNYA
Maret, Tarif Listrik 900 VA Non Subsidi Naik Lagi
Selasa, 28 Februari 2017 | 16:01
Hingga 18 Januari, Pertamina Buka Lowongan Kerja
Kamis, 12 Januari 2017 | 12:48
Tarif Listrik 900 VA Naik Mulai 1 Januari
Selasa, 03 Januari 2017 | 10:09
Defisit Anggaran Tahun 2017 Rp330,16 triliun
Kamis, 27 Oktober 2016 | 10:10
Penerimaan dari Amnesti Pajak Mencapai Rp61,99 T
Selasa, 27 September 2016 | 11:52
BERIKAN KOMENTAR
Top