• Home
  • Ekonomi
  • Tahukah Anda Dompet Negara Bocor Rp262,5 Triliun? Ini Penjelasan Kemenkeu

Tahukah Anda Dompet Negara Bocor Rp262,5 Triliun? Ini Penjelasan Kemenkeu

Rabu, 17 Agustus 2016 | 08:30
Foto youtube
RiauGreen.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi defisit anggaran negara hingga 5 Agustus 2016 mencapai Rp262,5 triliun atau 2,08 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Realisasi itu telah mencapai 88,5 persen dari target defisit Rp296,7 triliun atau 2,35 persen terhadap PDB.

Tingginya defisit anggaran hingga minggu pertama Agustus disebabkan oleh realisasi belanja yang tak diimbangi oleh jumlah pendapatan yang masuk, terutama yang berasal dari penerimaan perpajakan.

Berdasarkan keterangan resmi Kemenkeu yang dikutip Selasa (16/8), realisasi penerimaan per 5 Agustus 2016 tercatat sebesar Rp775,2 triliun atau 43,4 persen dari target Rp1.786,2 triliun. Sementara, realisasi belanja negara telah mencapai Rp1.037,6 triliun atau 49,8 persen dari pagu Rp2.082,9 triliun.

Dari sisi penerimaan, per 5 Agustus 2016 sektor perpajakan baru mencapai Rp618,3 triliun atau 40,2 persen dari target Rp1.539,2 triliun. Perolehan ini lebih rendah dari realisasi periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp626,7 triliun atau 42,1 persen dari target Rp1.489,3 triliun.

Realisasi penerimaan perpajakan itu berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp542,1 triliun atau 40 persen dari target Rp1.355,2 triliun, dan penerimaan bea dan cukai sebesar Rp76,2 triliun atau 41,4 persen dari target Rp184 triliun.

Adapun realisasi penerimaan negara bukan pajak tercatat sebesar Rp155,7 triliun atau 63,5 persen dari target Rp245,1 triliun. Capaian ini lebih tinggi dari perolehan tahun lalu sebesar Rp155,5 triliun atau 57,8 persen dari target Rp269,1 triliun.

Dari pos belanja negara, belanja pemerintah pusat baru mencapai Rp585,7triliun atau 44,8 persen dari pagu Rp1.306,7 triliun. Sementara transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp452 triliun atau 58,2 persen dari pagu Rp776,3 triliun.

Realisasi belanja pemerintah pusat terdiri dari realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp323,7 triliun atau 42,2 persen dari pagu Rp767,8 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp262 triliun atau 46,6 persen dari pagu Rp538,9 triliun.***



CNN Indonesia

BERITA LAINNYA
Maret, Tarif Listrik 900 VA Non Subsidi Naik Lagi
Selasa, 28 Februari 2017 | 16:01
Hingga 18 Januari, Pertamina Buka Lowongan Kerja
Kamis, 12 Januari 2017 | 12:48
Tarif Listrik 900 VA Naik Mulai 1 Januari
Selasa, 03 Januari 2017 | 10:09
Defisit Anggaran Tahun 2017 Rp330,16 triliun
Kamis, 27 Oktober 2016 | 10:10
Penerimaan dari Amnesti Pajak Mencapai Rp61,99 T
Selasa, 27 September 2016 | 11:52
BERIKAN KOMENTAR
Top