• Home
  • Dunia
  • Siklus 26 Bulan, Mars Kini dalam Posisi Terdekat dan Paling Terang dari Bumi

Siklus 26 Bulan, Mars Kini dalam Posisi Terdekat dan Paling Terang dari Bumi

Senin, 12 Oktober 2020 | 12:26
damianpeach.com
RIAUGREEN.COM - Keluarlah dan lihat ke langit!
Manusia di bumi saat ini dapat melihat planet Mars dalam ukuran terbesar dan paling terang. Situasi ini terjadi karena posisi Mars yang kini sejajar dengan Bumi menghadap Matahari.

Setiap 26 bulan, Mars dan Bumi berada dalam situasi seperti ini, bergerak saling mendekat, sebelum kemudian berseberangan lagi pada orbit terpisah.

Selasa (13/10) malam akan menjadi momentum yang para astronom sebut sebagai posisi 'oposisi'.

Mars, Bumi, dan Matahari akan berada dalam garis lurus pada pukul 23.20 GMT atau pukul 6:20 Waktu Indonesia Barat, Rabu (14/10).

"Tapi Anda tidak perlu menunggu sampai saat itu, bahkan hari ini, pukul sembilan atau 10 malam, Anda bisa dengan mudah melihatnya Mars di sisi tenggara," kata astrofotografer, Damian Peach.

"Anda tidak boleh melewatkannya, Mars akan terlihat seperti objek mirip bintang paling terang di bagian langit itu," ujarnya kepada BBC News.

Walau pekan depan akan menjadi momentum peristiwa 'oposisi itu', pada 6 Oktober lalu Mars dan Bumi mencapai posisi terdekat dalam 26 bulan terakhir.

Mars dan Bumi terpisah jarak sejauh 62.069.570 kilometer. Ini adalah jarak terdekat keduanya hingga tahun 2035.

Pada tahun 2018, Bumi dan Mars memang sempat berjarak 58 juta kilometer. Tapi yang membuat siklus kali ini lebih istimewa bagi para astrofotografer di belahan bumi utara adalah ketinggian planet merah itu di langit.

Mars akan berada di titik yang lebih tinggi jika dilihat dari Bumi. Artinya, teleskop tidak perlu menembus atmosfer bumi yang bergejolak, yang kerap kali mengubah citra.

Praktisi berpengalaman seperti Damian menggunakan teknik yang disebut "pencitraan keberuntungan" untuk mendapatkan bidikan yang sempurna. Dia memotret lebih banyak gambar. Dengan perangkat lunak, seluruh gambar tadi lalu disatukan untuk menghasilkan citra yang paling tajam.

Foto Damian di bagian atas artikel ini menunjukkan secara jelas yang disebut 'dikotomi Mars' atau kontras tajam antara dataran rendah yang mulus di belahan bumi utara dan dataran yang lebih terjal di kawasan selatan bumi.

Foto itu juga membuktikan adanya lapisan es karbon dioksida di kutub selatan Mars.

Damian mengabadikan foto itu menggunakan teleskop Celestron 14 inci.

"Itu peralatan yang cukup serius; itu bukan sesuatu yang Anda dapatkan begitu saja," kata Damian.

"Bahkan teleskop setengah ukuran itu akan menampilkan semua wajah Mars dengan cukup mudah. Dan jika Anda punya teropong yang bagus, Anda pasti bisa melihat Mars memang planet, bukan bintang," ujarnya.

Di sekitar siklus 'oposisi' inilah wahana antariksa diluncurkan dari Bumi ke Mars. Alasannya tentu jelas: jarak yang harus ditempuh lebih pendek, waktu, dan tenaga yang dibutuhkan untuk perjalanan itu pun lebih sedikit.

Tiga misi ruang angkasa saat ini sedang dalam perjalanan. Semuanya berangkat bulan Juli lalu, yaitu wahana pengorbit Hope milik Uni Emirat Arab; pengorbit dan wahana penjelajah Tianwen milik China, serta pesawat penjelajah Perseverance milik Amerika Serikat.

Eropa dan Rusia juga berencana mengirim penjelajah ExoMars "Rosalind Franklin". Namun mereka melewatkan momen peluncuran yang tepat sehingga harus menunggu hingga akhir 2022.

Inilah konsekuensi yang harus Anda bayar karena planet-planet hanya sejajar satu kali setiap 26 bulan.

Hope, Tianwen, dan Perseverance ditargetkan akan tiba di Mars pada bulan Februari tahun 2021.

Pada tahun 2003, Mars berada di posisi terdekat ke Bumi di dalam 60.000 tahun terakhir, yaitu 56 juta kilometer.

Jarak antara dua planet ini bisa mencapai lebih dari 100 juta kilometer, seperti yang terjadi pada tahun 2012. Variasi jarak ini merupakan konsekuensi bentuk elips orbit Mars dan Bumi.(detik.com)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top