Pemilu Ricuh, PM Kyrgyztan Mundur

Rabu, 07 Oktober 2020 | 12:22
AP
Demo berujung kerusuhan pasca pemilu Kyrgyztan.
RIAUGREEN.COM -- Perdana Menteri Kyrgyzstan, Kubatbek Boronov mengundurkan diri setelah kerusuhan pasca pemilihan umum kian meluas. Kondisi saat ini mendorong Badan pemilihan umum untuk membatalkan hasil pemilihan parlemen pada Minggu (4/10).

Boronov yang menyatakan pengunduran diri pada Selasa (6/10) digantikan oleh politisi nasionalis oleh pengunjuk rasa dari penjara sehari sebelumnya. Boronov adalah sekutu Presiden Kyrgyzstan, Sooronbay Jeenbekov yang pro-Rusia.

Layanan pers parlemen mengatakan Perdana Menteri baru, Sadyr Japarov terpilih dalam pertemuan luar biasa di sebuah hotel setelah demonstran merebut gedung parlemen.

Pada Selasa, pengadilan di Bishkek membatalkan hukuman 11,5 tahun kepada Japarov yang dihukum karena penyanderaan dan kejahatan sejak 2018.

Mengutip AFP, hasil pemilihan tersebut turut memicu kekacauan pada Senin (5/10) malam di ibu kota Bishkek. Demonstran merebut gedung-gedung pemerintah dan membebaskan politisi terkenal dari penjara, termasuk mantan presiden Almazbek Atambayev.

Para pendukung oposisi membanjiri jalan-jalan di Bishkek menuntut pengunduran diri presiden dan pemilihan ulang. Demonstrasi damai lantas berubah menjadi kekerasan setelah terjadi bentrok antara polisi dan massa.

Beberapa demonstran kemudian berbaris di gedung Komite Keamanan Nasional Negara, tempat Atambayev dipenjara.

Rekaman yang diunggah di media sosial menunjukkan pria 64 tahun itu menyapa para pendukung setelah dia meninggalkan penjara. Dia menjalani hukuman 11 tahun karena perannya dalam pembebasan ilegal bos mafia dari penjara.

Setelah sempat memanas, kota Bishek yang masih berada di bawah kendali demonstran dilaporkan mulai tenang pada Selasa (6/10). Ada beberapa laporan yang mengatakan kerumunan orang berkeliaran di jalan-jalan, mereka menargetkan bisnis dan organisasi lain.

Bank dan banyak toko serta restoran tutup di pusat Bishkek. Pemilik toko memindahkan barang-barang mereka karena takut akan penjarahan.

Tapi laporan itu juga menunjukkan bahwa kerusuhan sudah menyebar ke luar ibu kota, perampok mulai menyita hingga merusak tambang emas dan batu bara. Kerusuhan tersebut menyebabkan 700 orang terluka dan satu orang tewas.

Komisi Pemilihan Umum Pusat Kyrgyzstan mengatakan mereka telah "membatalkan hasil pemilihan" yang membuat partai-partai yang dekat dengan Presiden Jeenbekov mendominasi hasil, di tengah tuduhan pembelian suara massal.

Lebih dari 12 partai politik mengatakan mereka telah membentuk 'dewan koordinasi' untuk memulihkan stabilitas dan 'kembal ke supremasi hukum'. Mereka juga mengkritik kepresidenan karena gagal memastikan pemilihan yang adil.

Presiden Jeenbekov menegaskan situasi di negara itu berada di bawah kendalinya dan menuduh "beberapa kekuatan politik" berusaha merebut kekuasaan.

"Saya memerintahkan lembaga penegak hukum untuk tidak melepaskan tembakan atau menumpahkan darah, agar tidak membahayakan nyawa satu warga negara," kata Jeenbekov.(CNNI)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top