• Home
  • Dunia
  • Erdogan dan Ribuan Jemaah Hadiri Salat Jumat di Hagia Sophia

Erdogan dan Ribuan Jemaah Hadiri Salat Jumat di Hagia Sophia

Sabtu, 25 Juli 2020 | 11:10
cnni
Salat Jumat pertama di Hagia Sophia setelah 86 tahun diterapkan dengan protokol social distancing.
RIAUGREEN.COM -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terlihat menghadiri salat Jumat perdana di Hagia Sophia, salah satu situs bersejarah dunia yang kembali diubah menjadi masjid sejak dua pekan terakhir.

Erdogan tampak duduk di saf depan mendengarkan khutbah jelang pelaksanaan salat Jumat.

Dalam siaran langsung yang disiarkan Anadolu, ribuan jemaah disebut memenuhi ruangan dalam hingga mengular ke halaman luar Hagia Sophia. Aturan menjaga jarak antar jemaah diterapkan sesuai protokol kesehatan.

Setidaknya 20 ribu pasukan keamanan dikerahkan Turki untuk mengamankan gelaran salat Jumat hari ini.

Erdogan memutuskan mengubah kembali fungsi Hagia Sophia dari museum sebagai masjid pada 10 Juli lalu setelah pengadilan Turki membatalkan dekrit kabinet 1934 yang mengubah situs bersejarah itu menjadi museum.

Sejumlah pemimpin dunia kecewa dengan keputusan Erdogan tersebut, salah satunya Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Beberapa pihak seperti UNESCO, Rusia, dan Yunani juga turut menyesalkan perubahan status Hagia Sophia menjadi masjid.

Meski sempat diprotes dunia, namun Erdogan mantap dengan keputusannya. Ia menyebut keputusan ada di tangannya mengingat Hagia Sophia, bangunan yang awalnya merupakan katedral itu, merupakan hak kedaulatan Turki

Juru bicara Erdogan, Ibrahim Kalin, berjanji bahwa Hagia Sophia akan tetap terbuka untuk dikunjungi wisatawan seluruh agama.

Kalin juga berjanji bahwa pemerintah Turki tidak akan "merusak lukisan dinding, ikon, dan arsitektur" bangunan bersejarah itu.

Mosaik Bizantium, yang selama ini ditutup selama berabad-abad ketika Hagia Sophia berfungsi sebagai masjid di Kekaisaran Ottoman, akan ditutup dengan tirai selama waktu salat. Hal itu dilakukan karena Islam melarang representasi figuratif.

"Tidak ada satu paku pun yang akan menancap bangunan," kata Kalin seperti dikutip AFP.(CNNI)

Loading...
BERITA LAINNYA
Ilmuwan AS Ragukan Klaim Vaksin Corona Rusia
Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:25
Kronologi Penembakan di Luar Gedung Putih
Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:06
Penyanyi Rap Ukraina Tewas Dimutilasi Istri
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:30
Update Corona Global: Sudah Lampaui 18 Juta Kasus
Senin, 03 Agustus 2020 | 11:04
Pesawat Penyelundup Narkoba Jatuh di Papua Nugini
Senin, 03 Agustus 2020 | 11:03
BERIKAN KOMENTAR
Top