• Home
  • Dunia
  • Wartawan Cecar Pemimpin Hong Kong: Kapan Anda Meninggal?

Wartawan Cecar Pemimpin Hong Kong: Kapan Anda Meninggal?

Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:42
Reuters
Di tengah kekacauan situasi, pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, dicecar berbagai pertanyaan pedas jurnalis. Satu pewarta bahkan bertanya mengenai kematian Lam.
RIAUGREEN.COM-  Di tengah kekacauan situasi setelah demonstran menduduki bandara, pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, dicecar berbagai pertanyaan pedas oleh jurnalis. Satu pewarta bahkan bertanya mengenai kematian Lam.

"Ibu Lam, banyak warga bertanya-tanya belakangan ini kapan Anda meninggal," ujar seorang wartawan sebagaimana dikutip AFP.

Situasi ini mulai panas ketika para wartawan mulai melontarkan pertanyaan secara membabi buta walau Lam belum selesai membacakan pernyataan yang sudah ia persiapkan.

"Anda menyalahkan kesalahan perhitungan politik Anda kepada orang lain, dan menolak mengakui kesalahan Anda. Kapan Anda akan menerima tanggung jawab politik untuk mengakhiri ketakutan warga?" tanya wartawan dari RTHK.
Lihat juga: Bandara Hong Kong Dibuka, 200 Penerbangan Dibatalkan
Belum sempat Lam menjawab, wartawan itu terus bertanya, "Kapan Anda akan turun? Kapan Anda akan menyuruh polisi untuk berhenti?"

Seakan belum puas, wartawan itu kembali berteriak, "Dulu, Anda meminta saya untuk melakukan tugas saya dengan serius. Jadi, tolong jawab pertanyaan saya dengan serius juga."

Lam kemudian menemukan celah untuk mulai menanggapi sejumlah pertanyaan. Namun, tak lama kemudian para wartawan mulai memberondong Lam dengan pertanyaan lain.

"Warga takut kepada Anda dan kepolisian. Apakah Anda bisa langsung saja menjawab pertanyaan?" tanya satu wartawan.

Hingga akhirnya, pada satu titik Lam terlihat berhenti sejenak, menatap ke bawah, kemudian kembali mengarahkan pandangan ke wartawan dengan menaikkan alis.

Di lain kesempatan, Lam terlihat menyeruput air dari dalam gelas di tengah banjir pertanyaan para wartawan.

"Tolong jangan menyela," ujar seorang pejabat di dekat Lam.

Lam sendiri sudah meminta agar warga tenang di tengah situasi genting ini karena kekerasan dapat menjerumuskan Hong Kong ke dalam bahaya.

"Kekerasan, tak peduli yang benar-benar berbentuk kekerasan atau memicu kekerasan, akan menyeret Hong Kong ke satu jalan dan tak bisa kembali, dan menjerumuskan masyarakat Hong Kong ke situasi yang sangat mengkhawatirkan dan berbahaya," ujar Lam seperti dilansir AFP.

Melanjutkan pernyataannya, Lam berkata, "Situasi di Hong Kong selama beberapa pekan belakangan ini membuat saya khawatir karena kita sudah mencapai situasi yang berbahaya."

Hong Kong memang sedang terseret ke dalam salah satu krisis politik paling parah sepanjang sejarah kawasan otonom tersebut.

Rangkaian demonstrasi ini sudah bermula sejak dua bulan lalu. Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus diadili di negara lain, termasuk China.

Para demonstran tak terima karena menganggap sistem peradilan di China kerap kali bias, terutama jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.

Kebanyakan unjuk rasa berujung ricuh hingga aparat harus menembakkan gas air mata dan melemparkan granat untuk memecah massa.

Lam mengaku "sangat sedih" ketika menerima laporan mengenai para warga yang terluka di tangan aparat. Namun, ia membela tindakan kepolisian karena situasi memang sulit.

Ketika Lam bersiap meninggalkan podium, satu wartawan melemparkan pertanyaan, "Apakah Anda memiliki hati nurani?"(cnni)

Loading...
BERITA LAINNYA
Cabuli PRT Indonesia, Pria Malaysia Dibui 15 Bulan
Selasa, 29 Oktober 2019 | 19:41
BERIKAN KOMENTAR
Top