• Home
  • Dunia
  • Berita Hoax Berujung Pengeroyokan Hingga Tewas Seorang Perempuan Transgender

Berita Hoax Berujung Pengeroyokan Hingga Tewas Seorang Perempuan Transgender

Rabu, 30 Mei 2018 | 14:54
foto net
foto ilustrasi
RIAUGREEN.COM - Seorang perempuan transgender tewas dan tiga lainnya terluka parah karena diserang sekelompok penduduk lokal yang marah. Beredar rumor bahwa perempuan transgender tersebut adalah pelaku perdagangan anak di Hyderabad, India.

"Mereka sedang meminta uang kepada beberapa penjaga toko di Chandrayanagutta pada 23.00 malam. Ketika itu, beberapa pemuda nakal mulai mengatakan mereka datang untuk menculik anak-anak," kata Wakil Komisaris Polisi, V Satyanarayana, dikutip dari laman CNN, Senin (28/5).

Satyanarayana mengatakan sekitar 20 orang turut andil dalam penyerangan tersebut yang merenggut nyawa tersebut. Sementara itu, sekitar 200 orang hadir untuk mengerumuni pengeroyokan tersebut.

Tuduhan tersebut beredar melalui pesan aplikasi WhatsApp yang viral beredar di warga sekitar lokasi. Pesan viral tersebut menuliskan perempuan-perempuan transgender sedang berencana untuk menculik anak kecil. Terkait hal ini, pada Senin Satyanarayana mengatakan sudah menangkap 12 orang.

"Selama 15 hari terakhir di India, khususnya di wilayah berbahasa Telugu, banyak rumor beredar di WhatsApp dan media sosial lainnya yang mengatakan ada sekelompok orang yang akan menculik anak-anak," kata Satyanarayana.

Ia mengatakan, gambar seorang anak yang tewas beredar di media sosial. Namun ternyata anak tersebut adalah salah satu korban perang di Suriah atau kerusuhan di Rohingya. Akan tetapi, menurut dia, sebenarnya tidak ada alasan mendasar adanya penculikan anak di Hyderabad.

"Orang-orang ini secara sengaja menyebarkan pesan seperti itu untuk membuat kepanikan," tambah dia.

Serangan yang terjadi pada Sabtu (26/5) tersebut bukan yang pertama kali disebabkan karena rumor di media sosial. Sehari sebelum penyerangan perempuan transgender, seorang pria dengan gangguan mental dipukuli di Pahadishareef, selatan Hyderabad, disebabkan rumor yang mengatakan pria tersebut anggota dari kelompok penculik. (*)


REPUBLIKA

BERITA LAINNYA
10 Siswa Ikut Perkosa Siswi di India
Kamis, 19 Juli 2018 | 11:31
Pendeta Tampar Pipi Bayi, Keluarga Geram
Minggu, 24 Juni 2018 | 19:34
Beda Selera Makan Donald Trump dan Kim Jong Un
Selasa, 12 Juni 2018 | 05:07
BERIKAN KOMENTAR
Top