• Home
  • Dumai
  • Terkait Dugaan Pengrusakan Lingkungan, Mahasiswa Ancam Demo Pertamina Dumai

Terkait Dugaan Pengrusakan Lingkungan, Mahasiswa Ancam Demo Pertamina Dumai

Senin, 12 Agustus 2019 | 18:05
Tampak Ketua HMI Cabang Dumai, Andi Qadri saat melakukan orasi pada salah satu demonstrasi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Dugaan pengrusakan lingkungan dialamatkan kepada pihak PT. Pertamina RU II Dumai berbuntut panjang.
 
Mahasiswa rencananya akan turun aksi menuntut untuk dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan yang disangkakan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pertamina RU II Dumai menghadapi dua tuduhan serius terkait isu perusakan lingkungan.
 
Tuduhan pertama soal 'pembantaian' tanaman mangrove langka yang sudah berusia puluhan tahun  di areal pesisir pantai kilang Pertamina.Tuduhan kedua terkait penimbunan limbah B3 di areal operasional perusahaan dan dilakukan sudah puluhan tahun.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dumai, Andi Qadri saat dikonfirmasi wartawan  melalui telpon sellulernya, Senin (12/08/19).

Andi Qadri menegaskan, harus ada tindakan serius dari pihak berwenang untuk melakukan penindakkan terhadap perusahaan yang diduga merusak lingkungan.

"Harus ada penyelidikkan menyeluruh oleh pihak berwenang. Jika perlu, dibentuk tim independen. Tindakkan tegas mesti dilakukan agar kejadian ini tidak dilakukan lagi oleh perusahaan yang beroperasi di kota Dumai ini. Efek jeranya harus ada," tegas Andi Qadri.

Jika pihak yang berwenang terkesan main-main, Andi Qadri menambahkan, pihaknya beserta seluruh mahasiswa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan di Kota Dumai ini akan turun melakukan aksi.

"Kita akan turun demo, menuntut PT. Pertamina agar diproses tuntas dugaan pengrusakkan lingkungan yang telah dilakukan. Jika perlu, tutup sementara operasional Pertamina," kata Andi Qadri.

Dilain pihak, staf Humas PT. Pertamina RU II Dumai, Didik Andrian saat diminta tanggapannya menjelaskan, pihaknya wellcome dan akan menjelaskan secara detail.

"Apabila perihal ini masih menarik perhatian beberapa pihak,termasuk mahasiswa, kami akan menjelaskan detail kejadian,sehingga rekan-rekan dapat memperoleh gambaran utuh mengenai hal tersebut.Tidak setengah-setengah apalagi informasi yang diframing untuk keuntungan pihak tertentu," ujar Didik menjelaskan terkait dugaan penebangan mangrove.

Namun, saat diminta tanggapannya terkait tudingan dugaan penimbunan limbah B3 yang telah berlangsung puluhan tahun, Didik hanya memberikan penjelasan singkat.

"Kami masih menunggu berita acara resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dumai," tutupnya. (rul)

Loading...
BERITA LAINNYA
Pemerintah Kota Dumai Gelar Program Subuh Berkah
Sabtu, 12 Oktober 2019 | 10:14
BERIKAN KOMENTAR
Top