• Home
  • Dumai
  • Kasus Dugaan Money Politik Caleg PDIP, Saksi Akui Terima Uang dari Timses

Kasus Dugaan Money Politik Caleg PDIP, Saksi Akui Terima Uang dari Timses

Sabtu, 04 Mei 2019 | 09:12
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Dugaan  Money Politik, Marihot Sitorus, Calon Legislatif PDI Perjuangan  Dumai Barat- Dumai Sellatan  terus berlanjut.

Samsidar, saksi pelapor membenarkan kalau dirinya menerima uang dari  Yanti, salah seorang tim sukses (timses) pemenangan  Marihot  Sitorus.

"Ya saya memang menerima uang dari salah seorang tim pemenangan sebesar Rp 150.000 dan dianjurkan memilih caleg PDIP nomor urut  9," terangnya usai menjalani pemeriksaan tim penegak hukum, senin (29/04/2019)  di sekretariat Bawaslu Dumai.

Dalam keterangan  tambahan  yang disampaikannya, pemberian uang tersebut disertai dengan contoh surat suara dan bujukan untuk memilih caleg  Marihot Sitorus.

"Saya juga diberi kartu nama pak Sitorus dan dibujuk untuk memilih caleg tersebut," ungkanya.

Terkait laporan yang dibuatnya kepihak Bawaslu atas kesadaran sendiri setelah mengetahui pemberitaan di sosial media terkait Money Politik yang dilakukan Marihot Sitorus.

"Tidak ada ditunggangi oleh pihak lain , ini atas kesadaran saya sendiri karena takut bermasalah dengan hukum," ujarnya kepada awak media.

Intan, salah seorang staf di Bawaslu membenarkan kalau pelapor terkait money politik yang dilakukan Marihot sudah masuk pada tahap keterangan saksi.

"Keterangan saksi sudah diminta oleh pihak Gakumdu dan sekarang masih dalam proses oleh pihak berwenang," katanya kepada sejumlah awak media.Jumat(3/05/2019) saat ditemui di sekretariat Bawaslu.

Pada sisi lain Irwan syah Putra , pemgamat politik kota Dumai berharap agar pihak Gakumdu mengambil keputusan berdasarkan bukti dan fakta yang ada pada saat ini, serta bertindak adil sesuai dengan undang undang dan aturan yang berlaku.

"Kita berharap agar Gakumdu bertindak jujur tanpa ada intervensi dari pihak lain, sesuai dengan bukti dan keterangan saksi yang telah ada," imbuhnya.

Menurut dirinya kasus dugaan money politik  yang terjadi dan direkomendasikan oleh Bawslu untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya menandakan jika badan pengawas mempunyai bukti yang akurat.

"Menurut hemat saya Bawaslu tidak gampang menerima laporan begitu saja jika tidak mempunyai data akurat, apalagi merekomendasikannya  untuk ditindak lamjuti," terangnya.

Sesuai Undang-Undang pelaku money politik bisa dijerat sanksi pidana jika ditemukan bukti dan keterangan saksi yang akurat. (afran)

Loading...
BERITA LAINNYA
Dua lokasi di Dumai Kembali Digeledah KPK
Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:09
MTQ XVI Kota Dumai akan Diikuti 187 Peserta
Rabu, 31 Juli 2019 | 18:51
“Gelorakan Semangat Mencintai Keluarga”
Selasa, 30 Juli 2019 | 08:52
IKMR Nyatakan Sikap Tak Berpolitik Praktis
Senin, 29 Juli 2019 | 11:34
BERIKAN KOMENTAR
Top