• Home
  • Dumai
  • Syafrizal, Tokoh Pers Dumai yang Rendah Hati dan Bersahaja

Syafrizal, Tokoh Pers Dumai yang Rendah Hati dan Bersahaja

Senin, 08 April 2019 | 11:41
Syafrizal (tengah) sewaktu menunaikan ibadah umroh di Makkah
DUMAI, RIAUGREEN.COM – Berkecimpung di dunia jurnalistik yang sudah sekian lama, Calon Anggota Legislatif (Caleg) 2019 Kota yang saat ini menjabat sebagai salah satu elite di Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Dumai, siap berkompetisi di perhelatan politik 2019.

Syafrizal, Pria yang terlahir dari seorang Ayah yang merupakan prajurit TNI ini,  mencalonkan sebagai Caleg PAN dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yakni Kecamatan Dumai Kota, dengan memperoleh nomor urut 1. Sosok pria yang berjambang ini, sudah tidak asing di berbagai kalangan masyarakat dan juga di kalangan pemerintah.

Ketika disambangi, Minggu (07/04),  di kediaman Caleg yang menggeluti profesi sebagai wartawan yang sudah malang melintang dan banyak melahirkan kader kader seprofesi, Syafrizal pantas menyandang sebagai wartawan senior. Sebagai Pilar Keempat Demokrasi, Media mempunyai peranan penting terhadap Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.  

Sepak terjang di dunia politik, dapat dikatakan sudah matang dengan profesi yang digeluti yang sudah cukup lama ini. Syafrizal yang akrab disapa Syaf Jambak, ini adalah seorang yang juga banyak melahirkan perusahaan media media yang ada di Provinsi Riau. Menyandang sebagai Tokoh Pers di Riau, Syaf Jambak adalah sosok pribadi yang rendah hati dan juga banyak disegani kawan dan lawan.

"Belajar dan belajar itu yang saya andalkan dalam dunia politik ini selama menjadi wartawan. Saya maju ini karena dukungan teman-teman. Semoga pencalonan yang kedua ini adalah bentuk keseriusan saya memperjuangkan aspirasi masyarakat digedung parlemen," tegas mantan Ketua PWI Perwakilan Kota Duma.


Sosok dan figur, Bapak 7 orang anak ini yang baru berulang tahun pada tanggal 1 April 1972 yang lalu, mengharapkan bahwa kontestasi politik adalah jalur kita untuk berbuat lebih besar kepada masyarakat. Dilema Konstituen (Pemilih) saat ini adalah sulitnya membedakan antara Cost Politic dan Money Politic.

"Kalah dan menang, bukan persoalan kita tidak harus menunggu untuk berbuat di masyarakat. Persoalannya adalah ketika kita diamanahkan sebagai Anggota DPRD Kota Dumai, dapat lebih banyak berbuat dengan mampu menjalankan "Tupoksi", agar serapan aspirasi masyarakat dapat terkoordinir dengan maksimal,"  Kata Owner beberapa Perusahaan Media tersebut.

Syaf Jambak yang  berdomisili, lahir dan besar di kota Dumai ini, memahami berbagai persoalan di masyarakat, khususnya yang berada di kecamatan Dumai Kota. Pintu rumahnya selalu terbuka ini, selalu didatangi masyarakat, baik keluhan dan aspirasi masyarakat yang selama ini kurang diperhatikan.   

Sebagai anak salah satu Tokoh Pendiri Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kota Dumai, Syaf Jambak terbilang super didalam pergaulannya. Caleg yang berkecimpung dan besar di lingkungan Urang Awak ini, tidak sulit membaur dengan siapapun. Profesi sebagai awak media, mengharuskan beliau selalu bersikap professional.
"Insya Allah, dukungan sebagai Anggota DPRD Kota Dumai adalah sebuah komponen keseluruhan dari berbagai elemen masyarakat, jangan sampai kita terbelah belah dengan kontestasi musiman dan propaganda," tegas Syaf Jambak yang memiliki istri berdarah melayu asal dari Kepri tersebut.

Di tempat terpisah, dukungan demi dukungan selalu mengalir kepada pria yang berjenggot lebat ini, dengan mengharapkan beliau terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Dumai. 

"Bapak Syafrizal ini pantas kita dukung dan bahkan terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Dumai. Semua kriteria sudah ada pada beliau, tidak ada sedikitpun keraguan dalam memberikan dukungan dan pencoblosan 17 April 2019 nanti," kata Syaiful, Tokoh Masyarakat Kelurahan Bintan, yang juga berada di kediaman Syaf Jambak tersebut.
Salah satu masyarakat yang berada di kelurahan Dumai Kota, Ardi juga mengatakan bahwa sosok Bapak Syafrizal adalah orang yang tidak suka riya dalam menolong siapapun. Kerap kali saya mencoba meminta bantuan kepadanya baik materil dan moril, tetapi tidak ada sepatah katapun penolakan atau menghindari permintaan tersebut. 

"Tidak kata kata sakit hati kepada rekan rekan yang mungkin pernah mengkhiati beliau saat itu," ujar Ardi. 

Syafrizal juga akrab di kalangan pengemudi bentor (becak montor), karena ketika transportasi tradisional ini hendak dilarang di Kota Dumai, Ia salah satu termasuk yang berperan membantu memediasi kenderaan ini agar tetap beroperasi. (red)

Loading...
BERITA LAINNYA
Dua lokasi di Dumai Kembali Digeledah KPK
Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:09
MTQ XVI Kota Dumai akan Diikuti 187 Peserta
Rabu, 31 Juli 2019 | 18:51
“Gelorakan Semangat Mencintai Keluarga”
Selasa, 30 Juli 2019 | 08:52
IKMR Nyatakan Sikap Tak Berpolitik Praktis
Senin, 29 Juli 2019 | 11:34
BERIKAN KOMENTAR
Top