• Home
  • Dumai
  • Dishub Dumai Kosentrasi Revitalisasi Angkutan Kota

Dishub Dumai Kosentrasi Revitalisasi Angkutan Kota

Selasa, 05 Desember 2017 | 17:23
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Dinas Perhubungan Kota Dumai, melalui Bidang Angkutan tengah berkonsentrasi dalam pengelolaan dan pengaktifan pelabuhan penumpang milik pemerintah Kota Dumai.

Plt Kepala Dinas Perhubungan, Asnar, saat dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Angkutan, Marjohan, belum lama ini. menjelaskan, bidang angkutan Dishub Dumai bersifat pendataan dan pengendalian bagi angkutan baik di darat maupun di laut.

"Kita mengendalikan dan mendata angkutan yang masuk ke Dumai baik angkutan kota, barang maupun penumpang laut." ujar Marjohan.

Ditambahkannya, angkutan untuk di darat seperti truk barang, tangki,  dan pick up, untuk angkutan penumpang seperti angkutan kota (Angkot), sementara untuk angkutan laut seperti kapal penumpang dan Roro.

"Kita berencana untuk merevitalisasi angkutan kota melalui kredit lunak dengan pembaharuan kendaraan. Namun pihak angkot keberatan karena sekarang sepi penumpang angkot," sebutnya.

Untuk mewujudkan pelabuhan milik Pemerintah Kota Dumai, Plt Kepala Dinas Perhubungan, Asnar menjelaskan pihaknya mematangkan persiapan untuk mewujudkan pelabuhan penumpang yang dikelola sendiri. Dijadwalkan pada 2018 resmi beroperasi.

Pemerintah Dumai mendapat kuncuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp34 miliar dari APBN 2017.

"Tahun ini sedang dilakukan peningkatan dan perubahan ruas jalur, Insya Allah, Desember dijadwalkan tuntas," ungkap Asnar.

Ditambahkannya, alokasi yang diperoleh sebesar Rp34 miliar murni dari dana Kementrian Perhubungan.

"Sesuai hasil keputusan rapat di kementrian, untuk pengelolaan diserahkan kepada pemerintah Dumai dan kita berharap akan menjadi sumber PAD bagi Dumai," jelasnya.

Terpisah, Marjohan menjelaskan, seharusnya menyangkut angkutan pihaknya berhak mengelola angkutan BUS dan terminal AKAP.

Namun, kata dia peralihan kewenangan terminal AKAP ini berdasarkan undang undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

"Pengelolaan terminal AKAP menyangkut juga angkutan yang di dalamnya seperti Bus dan Travel." ujar MArjohan.

Batas kewenangan tersebut sehingga tidak ada penerimaan PAD dari bidang angkutan, namun demikian pihak Dishub terus mengupayakan oprtimalisasi penertiban dan pengendalian terhadap angkutan baik barang maupun penumpang.

Pendataan Angkutan

Dinas perhubungan terus melakukan pendataan terhadap angkutan yang keluar dan masuk ke Kota Dumai. Hal itu bertujuan guna mensingkronkan perkembangan Dumai kedepan.

Demikian dikatakan Kabid Angkutan, Marjohan, kepada globalriau.com belum lama ini. Menurutnya jika tonase dan volume angkutan yang masuk ke Dumai sudah melebihi kapasitas dan memicu terjadinya kepadatan atau macet maka perlu dilakukan perubahan.

"Jika tidak memungkinkan lagi angkutan bobot 8 ton masuk ke kota maka kita batasi sampai ke terminal. Jadi nanti dilansir dengan menggunakan mobil 2 sampai 2,5 ton saja ke kota." terangnya.

Ditambahkannya, jika sudah maksimal dan semakin meningkat kendaraan angkutan, maka akan diprogramkan pelebaran terminal untuk menertibkan kendaraan yang masuk ke kota.

"Kita selalu memantau kepadatan angkutan yang masuk ke Dumai, jangan sampai terjadi kepadatan dan macet, sehingga lalulintas jadi terganggu," jelasnya. (adv)



BERITA LAINNYA
NGC Dumai Gelar Anniversary Perdana
Jumat, 20 Juli 2018 | 18:48
Bank Mandiri Dumai Berangkatkan 500 Pemudik
Rabu, 13 Juni 2018 | 10:30
BERIKAN KOMENTAR
Top