·  Kerangka keberlanjutan yang tersentralisasi, komitmen terhadap SBTi, dan status EcoVadis Platinum menandai tahun 2025 sebagai tonggak penting bagi Rhenus Group

·  Kemajuan operasional mencakup peningkatan keselamatan, tingkat daur ulang yang tinggi, serta inovasi transportasi rendah emisi seperti kapal tongkang dorong hibrida Mannheim I+II

·  Mulai tahun 2026 dan seterusnya, Rhenus akan semakin fokus mengarahkan kinerja melalui KPI yang lebih jelas, data yang lebih kuat, serta penawaran layanan berkelanjutan yang dapat diskalakan

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 9 Juni 2026 – Rhenus Group telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2025, yang menjelaskan bagaimana perusahaan memperkuat sistem, struktur tata kelola, dan fondasi operasional yang dibutuhkan untuk mengelola keberlanjutan secara lebih konsisten di seluruh organisasi globalnya. Laporan ini menempatkan tahun 2025 sebagai tahun penting dalam transisi menuju pendekatan grup yang lebih tersentralisasi, dapat diskalakan, dan transparan.

Perkembangan utama pada tahun 2025 adalah komitmen Grup terhadap inisiatif Science Based Targets (SBTi), yang didukung oleh kerja pada basis data emisi, metodologi penetapan target, serta peta jalan dekarbonisasi yang lebih terperinci. Dengan laporan yang kini telah diverifikasi secara eksternal, hal ini juga meningkatkan kredibilitas atas kemajuan yang dilaporkan. Pengakuan eksternal atas kemajuan ini ditandai dengan status EcoVadis Platinum, sebuah pencapaian penting dalam perjalanan keberlanjutan Grup. Selama tahun lalu, keberlanjutan di Rhenus telah berubah dari sekadar kumpulan inisiatif individual menjadi cara kerja yang lebih terintegrasi di seluruh Grup. Laporan ini merinci integrasi tersebut dengan menyoroti pengembangan berkelanjutan dari basis data emisi terpadu, perluasan struktur pelaporan, serta pengujian dasbor untuk meningkatkan transparansi dan pengambilan keputusan.

“2025 menandai langkah tegas ke depan dalam cara kami mengelola keberlanjutan di Rhenus,” kata Dr. Joana Baetz, Anggota Dewan yang bertanggung jawab atas SDM, Keberlanjutan, dan Kepatuhan. “Saat ini kami beroperasi dengan sistem terintegrasi dan terharmonisasi di seluruh Grup yang memungkinkan kami mengelola kinerja secara konsisten, transparan, dan dalam skala besar. Peringkat EcoVadis Platinum kami mencerminkan tingkat kematangan ini. Dengan fondasi yang kuat ini, fokus kami sekarang adalah secara aktif menggunakan sistem ini untuk mengarahkan keputusan, melacak kemajuan melalui KPI yang jelas, dan memperkuat akuntabilitas di seluruh organisasi.”

Laporan tersebut juga menjelaskan bagaimana keberlanjutan menjadi lebih terlihat dalam operasional sehari-hari. Salah satu contohnya adalah kapal tongkang hibrida Mannheim I+II, yang dapat mengurangi emisi CO₂ dan NOx hingga 72 persen dalam operasi harian dibandingkan sistem propulsi konvensional. Jika dioperasikan dengan HVO100, pengurangan emisi dapat mencapai hingga 90 persen. Kapal ini dirancang untuk fleksibilitas operasional dan ketahanan di rute utama Sungai Rhein, termasuk saat kondisi air rendah.

Di luar langkah-langkah terkait iklim, laporan ini menunjukkan kemajuan dalam keselamatan kerja dan pengelolaan sumber daya. Pada tahun 2025, Rhenus mencatat nol korban jiwa. Tingkat frekuensi cedera kehilangan waktu kerja (lost time injury frequency rate) membaik menjadi 9,70 dari 13,8 pada 2024, sementara tingkat keparahan cedera (lost time injury severity rate) membaik menjadi 18,10 dari 20,10. Dalam pengelolaan limbah, Grup menghasilkan 106.449 ton limbah, di mana 98.237 ton dialihkan dari pembuangan dan 98.029 ton didaur ulang. Angka-angka ini mencerminkan peran keberlanjutan tidak hanya dalam ambisi iklim jangka panjang, tetapi juga dalam disiplin operasional dan manajemen risiko.

Laporan Keberlanjutan 2025 juga menyoroti kemajuan dalam struktur sosial dan tata kelola. Rhenus memperkenalkan kebijakan sosial global yang diperbarui, melanjutkan implementasi Workday sebagai platform Grup untuk KPI sosial, serta memajukan modernisasi Sistem Manajemen Kepatuhan dengan kebijakan Grup yang direvisi atau diformalkan terkait anti-korupsi, antimonopoli, dan pelaporan pelanggaran (whistleblowing). Bersama-sama, perkembangan ini mendukung model pengelolaan ESG yang lebih terpadu di seluruh Grup.

Juthaporn Srinang, Direktur Grup bidang Keberlanjutan di Rhenus, menekankan: “Saat ini kami memiliki dasar yang jauh lebih jelas untuk bekerja, terutama dalam kualitas data, tata kelola, dan cara kami menghubungkan keberlanjutan dengan operasi kami. Dengan laporan yang kini juga telah diaudit secara independen dan selaras dengan standar Global Reporting Initiative (GRI), kami semakin memperkuat transparansi dan keandalan. Langkah berikutnya adalah menerjemahkan ini menjadi aksi yang dapat diskalakan di seluruh bisnis dan diterapkan secara konsisten dalam cara kami melayani pelanggan.”

Ke depan, Rhenus menyatakan bahwa mulai tahun 2026 fokusnya akan semakin bergeser dari membangun sistem ke penggunaan yang lebih aktif untuk mengarahkan kinerja, melacak kemajuan melalui KPI yang lebih jelas, dan memperluas layanan berkelanjutan dalam bentuk yang lebih siap pasar. Hal ini memberikan narasi yang berorientasi ke depan: tahun 2025 adalah tahun pembangunan fondasi, sementara fase berikutnya adalah mengubah fondasi tersebut menjadi nilai bisnis dan pelanggan yang terukur.

Laporan tersebut tersedia di: https://www.rhenus.group/green-logistics/

Tentang Rhenus

Rhenus Group adalah salah satu spesialis logistik terkemuka dengan operasi bisnis global dan pendapatan tahunan sebesar EUR 8,2 miliar. Sebanyak 39.000 karyawan bekerja di 1.300 lokasi bisnis di lebih dari 70 negara dan mengembangkan solusi inovatif di sepanjang rantai pasok secara menyeluruh.

Baik dalam layanan transportasi, pergudangan, kepabeanan, maupun layanan bernilai tambah, perusahaan milik keluarga ini mengelompokkan operasinya ke dalam berbagai unit bisnis, dengan kebutuhan pelanggan selalu menjadi fokus utama setiap saat.