HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Trend Micro Incorporated (TYO: 4704; TSE: 4704), pemimpin global dalam keamanan siber, hari ini merilis Security Predictions Report tahunan untuk 2026, memperingatkan bahwa tahun mendatang akan menandai industrialisasi sejati dari kejahatan siber. Kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi kini memungkinkan pelaku ancaman menjalankan seluruh kampanye secara mandiri, mulai dari pengintaian hingga pemerasan, menciptakan kecepatan, skala, dan kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para defender perusahaan.
“2026 akan dikenang sebagai tahun ketika kejahatan siber berhenti menjadi industri layanan dan menjadi industri yang sepenuhnya otomatis. Kita memasuki era di mana agen AI akan menemukan, mengeksploitasi, dan memonetisasi kelemahan tanpa intervensi manusia. Tantangan bagi para defender bukan lagi sekadar mendeteksi serangan, melainkan mengikuti tempo ancaman yang digerakkan mesin,” ungkap Tony Lee, Kepala Konsultasi untuk Hong Kong dan Makau di Trend Micro, dalam rilis, Jumat (28/11/2025).
Laporan tersebut menyoroti bagaimana AI generatif dan sistem agenik mengubah ekonomi kejahatan siber. Kampanye intrusi otonom yang menyesuaikan diri secara real-time, malware polimorfik yang terus menulis ulang kode sendiri, dan rekayasa sosial berbasis deepfake akan menjadi alat standar bagi penyerang. Otomatisasi yang sama juga berpotensi membanjiri bisnis dengan kode sintetis, model AI beracun, dan modul cacat yang tersembunyi di dalam alur kerja sah, sehingga garis antara inovasi dan eksploitasi menjadi kabur.
Lingkungan hybrid cloud, rantai pasok perangkat lunak, dan infrastruktur AI diperkirakan menjadi target utama pada 2026. Paket sumber terbuka yang terkontaminasi, container image berbahaya, dan identitas cloud yang memiliki hak akses berlebihan akan menjadi vektor serangan umum, sementara kelompok yang disponsori negara akan semakin menggunakan strategi “harvest-now, decrypt-later” untuk mempersiapkan spionase menghadapi kemajuan komputasi kuantum.
Ransomware berevolusi menjadi ekosistem bertenaga AI yang mampu mengelola diri sendiri, misalnya mengidentifikasi korban, mengeksploitasi kelemahan, dan bahkan bernegosiasi dengan target melalui “bot pemerasan” otomatis. Peneliti ancaman Trend memperkirakan kampanye ini akan menjadi lebih cepat, lebih sulit dilacak, dan lebih persisten, didorong oleh data, bukan sekadar enkripsi.
Trend menyarankan organisasi di seluruh dunia untuk beralih dari pertahanan reaktif ke ketahanan proaktif dengan menanamkan keamanan di setiap lapisan adopsi AI, operasi cloud, dan manajemen rantai pasok. Organisasi yang mengintegrasikan penggunaan AI yang etis, pertahanan adaptif, dan pengawasan manusia akan menjadi yang paling siap untuk berhasil di masa depan.
Prediksi Trend untuk 2026 menggambarkan jalur ke depan berdasarkan visibilitas, otomatisasi dengan validasi manusia, dan pergeseran budaya yang memandang keamanan sebagai infrastruktur strategis. Mereka yang berinovasi dengan aman—menyeimbangkan kecepatan dengan tata kelola, serta intelijen dengan etika—akan menetapkan standar kepercayaan dan ketahanan di dunia yang semakin otonom.
Untuk membaca laporan lengkap The AI-fication of Cyberthreats – Trend Micro Security Predictions for 2026, silakan kunjungi: https://www.trendmicro.com/vinfo/hk/security/research-and-analysis/predictions/the-ai-fication-of-cyberthreats-trend-micro-security-predictions-for-2026
https://www.trendmicro.com
https://www.linkedin.com/in/trend-micro-hong-kong-96353768/
https://twitter.com/trendmicroamea
https://www.facebook.com/tmhk1989/
Tentang Trend Micro
Trend Micro, pemimpin global dalam keamanan siber, membantu menciptakan dunia yang aman untuk pertukaran informasi digital. Didukung oleh puluhan tahun keahlian di bidang keamanan, penelitian ancaman global, dan inovasi berkelanjutan, platform keamanan siber Trend Micro yang bertenaga AI melindungi ratusan ribu organisasi dan jutaan individu di berbagai cloud, jaringan, perangkat, dan endpoint.
Sebagai pemimpin dalam keamanan siber untuk cloud dan perusahaan, platform Trend menyediakan berbagai teknik pertahanan ancaman canggih yang dioptimalkan untuk lingkungan seperti AWS, Microsoft, dan Google, sekaligus memberikan visibilitas terpusat untuk deteksi dan respons yang lebih cepat dan tepat. Dengan 7.000 karyawan di 70 negara, Trend Micro memungkinkan organisasi menyederhanakan dan mengamankan dunia mereka yang saling terhubung. www.TrendMicro.com