SINGAPURA – Media OutReach Newswire – Sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya, unit usaha Asian Agri, PT Inti Indosawit Subur (PT IIS), telah memberikan dukungan pendidikan dan bantuan ekonomi alternatif kepada dua desa binaan — Tri Mulya Jaya dan Ukui Dua — di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Bantuan tersebut secara resmi diserahkan pada 10 Oktober 2025 di Balai Desa Tri Mulya Jaya.

Dalam sambutannya, Pengarapen Gurusinga, Regional Head Riau Asian Agri, yang merupakan bagian dari Royal Golden Eagle (RGE) yang didirikan oleh Sukanto Tanoto, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan melalui Program Asian Agri 2030. “Asian Agri memiliki visi jangka panjang yang dituangkan dalam Program Asian Agri 2030, yang dibangun di atas empat pilar utama, salah satunya adalah Pertumbuhan Inklusif. Kegiatan hari ini mencerminkan pilar tersebut dengan mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan akses pendidikan dan pengembangan usaha mikro untuk mendorong kemandirian dan daya saing,” ujarnya.

Program ini mencerminkan komitmen Asian Agri dalam mendukung akses pendidikan yang layak bagi anak-anak serta mendorong semangat belajar mereka. Melalui inisiatif Bag-To-School, total 22 paket dukungan pendidikan telah disalurkan kepada siswa di Desa Tri Mulya Jaya dan Desa Ukui Dua. Bantuan tersebut terdiri dari 10 paket untuk siswa sekolah dasar, enam untuk siswa sekolah menengah pertama, dan enam untuk siswa sekolah menengah atas, masing-masing berisi tas sekolah berkualitas, alat tulis, seragam, dan sepatu.

Dukungan ini disambut hangat oleh masyarakat dan pemerintah setempat. H. Narko, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Ukui, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Asian Agri. “Kami berharap para orang tua terus mendorong anak-anak mereka untuk bersekolah. Pendidikan mungkin gratis, tetapi keluarga tetap harus menyediakan pakaian dan perlengkapan sekolah. Karena itu, bantuan dari Asian Agri sangat berarti karena membantu meringankan beban ekonomi keluarga dan memperkuat semangat belajar anak-anak. Jangan pernah berkecil hati untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain bantuan pendidikan, Asian Agri juga berkomitmen memperkuat perekonomian lokal melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebelumnya, perusahaan telah melakukan kegiatan sosialisasi untuk membantu warga mengidentifikasi komoditas desa yang memiliki potensi ekonomi serta memberikan pelatihan mengenai strategi pengembangan usaha. Dukungan ini diwujudkan lebih lanjut melalui pemberian ternak kepada Desa Tri Mulya Jaya dan Desa Ukui Dua, di mana masing-masing desa menerima enam ekor kambing — dua jantan dan empat betina.

Camat Ukui, Joko Hadi Syaifudin Zuhri, menyampaikan terima kasih atas inisiatif tersebut dan berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Semoga bantuan ternak ini menjadi awal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam aspek ekonomi dan kesehatan. Kami berharap bantuan ini tidak hanya diterima, tetapi juga dirawat dan dikembangkan agar memberikan manfaat jangka panjang. Mari kita tunjukkan bahwa bantuan ini dapat berkembang, tumbuh, dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Melalui program Bag-To-School tahun ini, Asian Agri akan menyalurkan total 265 paket pendidikan kepada siswa di 28 desa di Riau, terdiri dari 140 paket untuk siswa sekolah dasar, 75 paket untuk siswa sekolah menengah pertama, dan 50 paket untuk siswa sekolah menengah atas. Program ini juga memperluas dukungannya terhadap pengembangan UMKM dengan membantu tujuh kelompok usaha di tujuh desa.

Tentang Asian Agri

Didirikan pada tahun 1979, Asian Agri adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dalam produksi minyak sawit mentah (crude palm oil), mengelola lebih dari 100.000 hektare perkebunan kelapa sawit dan mempekerjakan lebih dari 20.000 karyawan.

Sebagai pelopor Program Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) milik Pemerintah Indonesia, Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi, yang secara kolektif mengelola 60.000 hektare perkebunan kelapa sawit. Perusahaan juga membina kemitraan dengan petani swadaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendorong pertumbuhan sosial-ekonomi.

Berkomitmen pada praktik berkelanjutan, Asian Agri menerapkan kebijakan tanpa bakar (zero burning policy) serta praktik terbaik pengelolaan perkebunan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas, meningkatkan hasil panen, dan memperbaiki ketertelusuran rantai pasok sekaligus mendukung proses mereka menuju sertifikasi. Pabrik-pabrik Asian Agri memanfaatkan teknologi canggih dan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca.

Perkebunan Asian Agri, bersama dengan perkebunan petani plasmanya, sepenuhnya tersertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), menegaskan komitmen perusahaan terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.