• Home
  • Bengkalis
  • Tadisi Barak'an di Bengkalis Sudah Berlansung Sejak Puluhan Tahun Silam

Tadisi Barak'an di Bengkalis Sudah Berlansung Sejak Puluhan Tahun Silam

Jumat, 07 Juni 2019 | 00:11
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Untuk menjalin tali silaturahim dan saling memaafkan, yang merupakan sudah menjadi tradisi turun temurun sejak dulu. Sehingga tradisi ini terus dilaksanakan oleh setiap per-generasi penerus.

Seperti yang dilaksanakan ratusan warga desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis, barak'an ini dilakukan oleh kaum laki-laki maupun perempuan serta anak anak. Gelar barak'an (rombongan red,) dengan istilah menaiki satu rumah ke satu rumah ini secara tidak bersamaan.

Misalnya saat akan menaiki disatu rumah itu diawali oleh kaum laki-laki (bapak-bapak red,), kemudian dilanjutkan oleh anak anak dan yang terakhir baru kaum perempuan.

Saat menaiki disetiap rumah, sebelum dilanjutkan makan bersama yang telah dihidangkan tuan rumah dari beragam makanan dengan khas ketupat dan lauk pauk, terlebih dahulu mereka menggelar do'a, selesai membaca do'a dan sambil menikmati hidangan, satu orang perwakilan dari warga menemui tuan rumah untuk menyampaikan permintaan maaf dan sebaliknya, lalu diumumkan menggunakan To'a.

Barak'an ini merupakan bentuk salah satu cara untuk memeriahkan lebaran Idul Fitri di setiap desa di kabupaten Bengkalis, khususnya di Pulau Bengkalis Riau.

Mbah Asrul, yang merupakan orang tua di desa Simpang Ayam mengatakan bahwa, tradisi barak'an ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang silam. 

"Kita melaksanakan barak'an ini dimulai setelah shalat ied semalam. Dan hari ini dihari kedua, biasanya desa simpang ayam melaksanakan barak'an selama 4 hari, ini khusus untuk di dusun I simpang ayam. Dan setelah selesai semuanya, baru nantinya dilanjutkan silaturahmi ke Dusun II dan III desa simpang ayam,"ungkapnya, Kamis 6 Juni 2019.

Dia kembali menyampaikan, rombongan barak'an ini adalah bentuk tatap muka untuk mempererat tali silaturahim antara sesama warga desa Simpang Ayam. Apalagi menaiki setiap rumah memang sudah diharapkan setiap tuan rumah, karena hari raya idul fitri ini dilaksanakan setahun sekali.

"Semoga harapan saya tradisi barak'an ini terus dilakukan oleh generasi penerus. Inilah bentuk terjalinnya hubungan untuk mempererat tali persaudaraan di desa ini," pungkasnya. (wra/ri)

Loading...
BERITA LAINNYA
Musibah Asap Mungkin Cara Allah Mengingatkan Kita
Sabtu, 14 September 2019 | 09:28
BERIKAN KOMENTAR
Top