• Home
  • Bengkalis
  • 25 Laporan Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Bengkalis, Mayoritas Kasus Pelecehan

25 Laporan Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Bengkalis, Mayoritas Kasus Pelecehan

Kamis, 14 Maret 2019 | 12:56
Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bengkalis Elly Kusumawati SH
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Sepanjang tahun 2019 dari bulan Januari - Maret, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bengkalis menerima 25 laporan terkait kekerasan pada perempuan dan anak.

Mayoritas kasus yang ditangani P2TP2A Bengkalis adalah kasus pelecehan seksual pada anak.

Disampaikan Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bengkalis Elly Kusumawati SH kepada sejumlah wartawan menyebutkan bahwa masalah pelecehan seksual terhadap anak memang sudah menjadi perhatian khusus. Apalagi banyak anak anak yang menjadi korban.

"Sepanjang 2019, Januari-Maret ini, kita sudah menerima 25 laporan soal pelecehan seksual terhadap anak,"ungkap Elly Kusumawati SH, Kamis 14 Maret 2019.

Diutarakan Elly lagi, dari 25 laporan tersebut, diperkirakan 80 persen meningkat terhadap pelecehan seksual terhadap anak. Sedangkan untuk wilayah kekerasan terhadap anak ini yang menonjol diantaranya di kecamatan Bengkalis 10 kasus, Bantan 2 kasus, Siak kecil 1 kasus, Bukit Batu 3 Kasus, Rupat Utara 1 Kasus, Mandau 3 dan Kecamatan Pinggir sebanyak 5 kasus.

"Kita juga tidak bisa menyebutkan bahwa peningkatan ini identik dengan atau berarti melonjaknya kasus pelecehan yang ada di kabupaten Bengkalis ini. Dan itu tidak selalu relevan, karena sekarang ini orang sudah berani melapor. Bahkan kesadaran terhadap hak perempuan itu lebih bagus dengan adanya sosialisasi sosialisasi yang sudah dilaksanakan," ungkapnya.

Masih kata Elly, dengan seringnya diadakan sosialisasi tersebut, jadi masyarakat di desa desa (kampung red,) sudah hampir aemua tahu bahwa kaum perempuan sekarang ini memiliki hak untuk melindungi dirinya dan punya hak hak yang dilindungi oleh hukum dan undang undang.

Maka dari itu, lanjutnya, mereka lebih berani, lebih sadar bahwa sebenarnya perempuan itu sepertinya dilakukan pelecehan sudah ada wadahnya contohnya di P2TP2A ini yang melindungi kaum perempuan dan anak.

"Bahkan, kita juga memberikan apresiasi kepada warga chaines sekarang. Itu kalau dulu mereka hanya menyelesaikan hanya secara kekeluargaan atau ada perkumpulanya. Tapi sekarang mereka ini sudah nggak lagi dan malah mereka akan melaporkannya ke P2TP2A," ungkapnya lagi.

Dengan tingginya kriminalitas terhadap kasus pelecehan seksual ini, ujar Elly lagi, kesadaran masyarakat saat ini sudah lebih bagus. Sedangkan untuk tahun 2018 kemarin itu sebanyak 108 kasus. Dan masalah ini trend nya selalu meningkat,"pungkasnya. (wra)

Loading...
BERITA LAINNYA
TP PKK Bengkalis akan Gelar Wirakarya Kader
Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:38
BERIKAN KOMENTAR
Top