• Home
  • Bengkalis
  • Diserahkan Wapres JK, Bengkalis Kembali Raih Adipura 2019

Diserahkan Wapres JK, Bengkalis Kembali Raih Adipura 2019

Selasa, 15 Januari 2019 | 15:32
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Kabupaten Bengkalis bersama 119 daerah menerima anugerah Adipura periode 2017-2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Adipura diserahkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan diterima oleh Bupati Bengkalis diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), H Bustami HY, Senin (14/1/2019) di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Anugerah Adipura yang diberikan dibagi dalam beberapa kelompok yakni, satu Adipura Kencana yang diraih Kota Surabaya, 119 Piala Adipura, 10 sertifikat Adipura, 5 Plakat Adipura, serta Penghargaan Kinerja Pengurangan Sampah kepada 11 kabupaten/kota.

Sedangkan kategori penerima anugerah Adipura, yakni kategori kota metropolitan 2 daerah. Kategori kota besar 3 daerah, kategori kota sedang 31 daerah, kategori kota kecil 83 daerah.

Untuk Provinsi Riau, ada empat kota kecil dinobatkan sebagai terbersih, yakni Bengkalis, Siak Sri Indrapura, Pangkalan Kerinci (Pelalawan) dan Bangkinang (Kampar).

Dalam penyerahan piala Adipura hadir Menteri LHK, Siti Nurbaya. Pada kesempatan itu, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepala daerah yang telah menerima anugerah Adipura. Hendaknya, anugerah ini menjadi motivasi dan komitmen kepala daerah bersama masyarakat untuk menciptakan lingkungan bersih dan lestari yang berkelanjutan.

Wapres mendorong mendorong masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, dimulai dari lingkungan terkecil, salah satunya keluarga. Misalnya, warga sadar membersihkan selokan di depan rumahnya. Kemudian mengurangi penggunaan sampah plastik.

Sementara itu Sekda Bengkalis Bustami, mengatakan anugerah piala Adipura yang diterima, merupakan sebuah kerja keras dari seluruh masyarakat di kota Bengkalis. Untuk itu Adipura ini, selain sebagai bentuk kebanggaan, harus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk tetap menjaga lingkungannya.

Sebagaimana amanat undang-undang nomor 18 tahun 2008, tentang pengelolaan sampah, ada tuntutan adanya pengurangan sampah 30 persen, penanganan sampah 70 persen pada tahun 2025. Kemudian mendorong penerapan dan pengelolaan sampah secara terpadu mulai hulu dan hilir.

"Kita sudah mulai melakukan itu. Tak kalah penting, kita harus melibatkan peran aktif masyarakat dalam peningkatan pemahaman dan kesadaran sebagai kunci perilaku masyarakat," ungkap Bustami HY yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkalis Arman AA,usai menerima Piala Adipura.

Lebih lanjut Sekda Bengkalis anugerah Adipura yang diterima setiap tahun, merupakan sebuah tantangan bagi seluruh elemen masyarakat untuk selalu membudayakan hidup bersih dan sehat.

Peran Aktif Masyarakat

Penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), tidak lepas dari peran aktif dan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih dan asri.

Peran aktif dan tinggi kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya terlihat jelas dengan kasat mata. Bahkan siapa saja yang (terutama warga luar) yang datang di kota kecil ini, kagum melihat kebersihannya.

Mulai dari gang kecil, jalan protokol, perkantoran dan perumahan warga serta perkantoran tidak ditemukan tumpukan sampah yang menggunung. Bahkan nyaris tidak terlihat sampah plastik yang "seliwaran" di depan mata. Hal ini tentu berkat aktifnya Pemerintah Kabupaten Bengkalis secara gencar menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang.

"Alhamdulillah, berkat dukungan dan tingginya kesadaran masyarakat, menjaga lingkungannya agar tetap bersih. Maka pada hari ini, kita kembali mendapat penghargaan Adipura," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis, Bustami HY.

Atas prestasi yang diperoleh pada sektor kebersihan ini, Bustami mewakili Bupati Bengkalis mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh masyarakat dan elemen. Tak lupa juga apresiasi dan ucapan terima kasih kepada petugas kebersihan yang setia setiap saat bekerja keras mewujudkan kota Bengkalis agar tetap bersih.

"Selama ini, ketika sebagian besar warga masih tertidur pulas di pagi hari, para petugas kebersihan sudah bekerja keras menyapu jalan dan tempat-tempat umum. Mereka tak mengenal cuaca buruk (hujan), namum petugas kebersihan tetap bekerja. Untuk itu kami memberikan apresiasi dan ucapkan terima kasih," ujar Bustami didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkalis, Arman AA.

Penghargaan Adipura yang diterima, selain menjadi sebuah kebanggaan, hendaknya juga menjadi cemeti bagi masyarakat kota Bengkalis untuk selalu membudayakan hidup sehat, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Meskipun penilaian Adipura untuk ibu kota kabupaten, namun harus menjadi dorongan bagi masyarakat di ibu kota kecamatan lainnya. Karena pada hakekatnya, kebersihan itu sifatnya untuk seluruh masyarakat, mulai dari kampung-kampung, kecamatan dan ibu kota kabupaten.

"Kebersihan itu sifatnya universal. Bukan hanya semata-mata untuk mempertahankan Adipura. Bukan juga hanya untuk warga di ibu kota kabupaten, tapi untuk seluruhnya," ujar Bustami.

Sementara itu, Kepala DLH, Arman, menegaskan persoalan kebersihan ini merupakan tanggungjawab bersama. Jadi, meskipun Adipura diberikan kepada Ibu Kota Kabupaten, namun seluruh elemen di Negeri Junjungan ini harus berupaya untuk menjaga kebersihan.

"Alhamdulillah, sejauh ini, ibu kota kecamatan di Kabupaten Bengkalis, kondisinya bersih. Ini menunjukan, bahwa masyarakat kita, memang peduli akan kebersihan," ujar Arman. (inf)

Loading...
BERITA LAINNYA
Gakumudu Pantau Politik Uang di Bengkalis
Senin, 15 April 2019 | 15:44
BERIKAN KOMENTAR
Top