• Home
  • Bengkalis
  • Bawaslu Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran KPU Bengkalis

Bawaslu Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran KPU Bengkalis

Selasa, 11 Desember 2018 | 09:21
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bengkalis gelar sidang pendahuluan pasca adanya pelanggaran administrasi Pemilu, Senin 10 Desember 2018 petang kemarin.

Sidang tersebut, terkait adanya laporan dari Partai Hanura Bengkalis kepada Bawaslu, soal adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkalis yang diduga meloloskan salah satu Calon Legeslatif (Caleg) di daerah Pemilihan (Dapil ) Kecamatan Bathin Solapan.

Dari pantauan media ini, dalam sidang pendahuluan itu, Majelis hakim dipimpin langsung komisioner Bawaslu Bengkalis Koordinator Devisi Penindakan dan Pelanggaran M Hary Rubianto, beserta komisioner lainnya. Dimana sidang selanjutnya akan digelar pihak Bawaslu Bengkalis pada Kamis depan.

"Kita lihat laporan yang mereka sampaikan apakah memenuhi unsur semua. Jadi bisa dilanjutkan untuk ke sidang pembuktian," ungkap Hary Rubianto.

Dalam sidang pendahuluan ini, di hadiri langsung perwakilan Hanura Bengkalis serta terlapor dari pihak KPU Bengkalis. Sidang berlangsung satu jam di ruang sidang kantor Bawaslu Bengkalis.

Usai persidagan pendahuluan ini pihak Hanura Bengkalis yang diwakili oleh Wakil Ketua Hanura Bengkalis Ibnu Mubaroq kepada sejumlah wartawan menyampaikan, pihaknya melaporkan KPU Bengkalis kepada Bawaslu karena diduga pihak KPU Bengkalis telah melakukan kecurangan.

"Kecurangan yang dimaksud tersebut  yakni adanya bakal calon legeslaitif kemarin yang saat mendaftarkan diri sebagai Caleg Bengkalis Dapil Bathin Solapan dinyatakan tidak lulus verifikasi. Selang tidak lama kemudian Bakal calon ini kembali masuk dalam daftar Caleg dari partai lain, dan lolos saat ini sudah menjadi calon tetap," ujar Ibnu.

Lanjut Ibnu, caleg tersebut atas nama Dila Nazifa, awalnya dia mendaftarkan diri menjadi Caleg dari partai Gerindra. Kemudian dinyatakan tidak memenuhi syarat, kemudian saat penetapan calon tetap namanya dinyatakan lolos namun dari partai lain.

"Ini yang diduga terjadi pelanggaran kebijakan," ujarnya.

Lanjut Ibnu, pihaknya juga sudah siap menghadapi sidang selanjutnya. Dimana akan dilakukan pembuktian terkait laporan yang dibuat oleh Partai Hanura.

"Lihat saja nanti, kita sudah siapkan beberapa keterangan dan sejumlah alat bukti lainnya,"tegas Ibnu lagi. (d'ari)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top