• Home
  • Bengkalis
  • Ribuan Masyarakat Bengkalis Meriahkan Tradisi Safar di Pantai Tanjung Lapin

Ribuan Masyarakat Bengkalis Meriahkan Tradisi Safar di Pantai Tanjung Lapin

Kamis, 08 November 2018 | 10:44

BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Ribuan warga meramaikan dan ikut memeriahkan tradisi Mandi Safar di Pantai Tanjung Lapin Desa Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Rabu (7/11/2018).


Bagi warga pesisir Selat Malaka, Rabu itu adalah hari spesial dimana menjadi Rabu terakhir di Bulan Safar atau yang disebut dengan Rabu capok, dimana pada hari ini seluruh keluarga dikumpulkan untuk memohon doa restu dijauhkan dari segala bencana yang berlaku. Tradisi ini yang disebut dengan Mandi Safar.


Di Kabupaten Bengkalis Mandi Safar sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Bahkan, tradisi itu sudah menjadi ikon daerah, Bupati Bengkalis yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bengkalis H. Heri Indra Putra bersama Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto, Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Bengkalis ikut hadir dalam memeriahkan tradisi yang disebut-sebut warisan para pendahulu itu.


Menurut Ketua LAMR Kecamatan Rupat Utara H. Abdullah Mandi Shafar adalah kearifan lokal warga di pantai Tanjung Punak dan Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara. Di mana inti dari tradisi itu adalah doa agar terhindar dari malapetaka, dimana katanya pada Bulan Shafar banyak terjadi bencana.


"Sebelum mandi sebagai penolak bala dari sumur tua yang telah dimasukkan wafaqnya bersama-sama, warga terlebih dahulu menggelar doa dan tepuk tepung tawar yang terdiri dari beras putih, kuning beretih dan tepung beras sebagai perlengkapan."ujar H. Abdullah


Sementara itu, H. Heri Indra Putra mewakili Bupati Bengkalis mengaku sangat mendukung agar Ritual Mandi Shafar terus dilestarikan. Karena melalaui kegiatan Mandi Shafar  ini bisa memancing minat wisatawan untuk datang ke Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis.


"Kegiatan Mandi Shafar ini sudah menjadi agenda tahunan kita Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan harus kita lestarikan bersama sama."jelas Heri


Lebih lanjut Heri menjelaskan Mandi Shafar adalah suatu upaya spiritual ke arah pendekatan diri kepada sang pencipta  yang dilakukan oleh sebagian masyarakat muslim di beberapa wilayah di Nusantara, seperti di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis ini.  


"Kita patut bersyukur karena Negeri kita masih memiliki sikap budaya yang kuat, sehingga bidang seni dan budaya terus mendapat perhatian yang besar dalam kebijakan pembangunan yang dilakukan, baik tingkat Provinsi Riau umumnya, maupun Kabupaten Bengkalis khususnya," pungkasnya.


Hal ini tentunya sejalan dengan program   Provinsi Riau,  di dalam visi  Riau 2020, yang akan menjadikan kebudayaan sebagai sebuah tiang agung pembangunan, bahkan matlamat akhir dari tingkat pembangunan kebudayaan itu adalah bagaimana menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan melayu di Asia Tenggara. Dengan semboyan Riau The Home Land Of Melayu, Riau adalah tanah tumpah darahnya melayu.


Tampak hadir dalam Festival Mandi Shafar Tahun  2018 selain Heri Indra Putra, juga hadir Kapolres Bengkalis Yusuf Rahmanto, Kadisparbudpora Kabupaten Bengkalis Anharizal, sejumlah pejabat administrator di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis,  Camat Rupat Utara Agus Sofyan, Sekretaris Kecamatan Rupat Utara Khairunnazri,  Ka. KUA Rupat Utara Surianto serta sejumlah kepala UPT/UPTD,Kepala Desa serta undangan lainnya se Kecamatan Rupat Utara. (d'ari)


BERITA LAINNYA
Alhamdulilah, Lisrik di Bengkalis Kembali Normal
Minggu, 11 November 2018 | 10:07
Tiga Hari Kedepan Listrik di Bengkalis Belum Normal
Jumat, 09 November 2018 | 07:34
Amril: Kita Semua Jangan Sampai Terlena
Kamis, 08 November 2018 | 12:50
BERIKAN KOMENTAR
Top