• Home
  • Bengkalis
  • Jaksa Kejari Bengkalis Tuntut Bedoy dengan Hukuman 20 Tahun Bui

Jaksa Kejari Bengkalis Tuntut Bedoy dengan Hukuman 20 Tahun Bui

Rabu, 07 November 2018 | 12:33
dahari/riaugreen
Agenda pembacaan tuntutan digelar, Selasa 6 November 2018 kemarin, dibacakan oleh JPU Irvan Rahmadani Prayugo, SH. Sedangkan dari Majelis Hakim dipimpin Zia Ul Jannah, SH disampingi dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola.
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis menuntut terhadap pelaku penikaman (terdakwa red,) Muhammad Alhafis Alias Bedoy (20) warga desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis yang menyebabkan meninggalnya Zulasmawi (20) warga Desa Kelapapati dengan hukuman 20 tahun penjara.

Agenda pembacaan tuntutan tersebut digelar, Selasa 6 November 2018 kemarin, dibacakan oleh JPU Irvan Rahmadani Prayugo, SH. Sedangkan dari Majelis Hakim dipimpin Zia Ul Jannah, SH disampingi dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola.

"Kami dari JPU semalam telah membacakan tuntutan terhadap rerdakwa M Alhafis alias Bedoy dengan tuntutan 20 tahun penjara,"ungkap JPU Irvan Ramadhani Prayugo.

Sidang ini akan dilanjutkan Selasa (13/11/18) pekan depan dengan agenda pledoi dari Penasehat Hukum (PH) terdakwa, yakni Helmi Syafrizal, SH dan Farizal, SH.

Sebelumnya, peristiwa penikaman pelaku sampai menewaskan koban ini bermula, terdakwa Muhammad Alhafis Alias Bedoy (20) mengajak terdakwa RA (16) yang kini statusnya sudah terpidana setelah divonis Majelis Hakim 3 tahun penjara pada pekan lalu. Untuk mencari Zulasmawi (korban red,) tepatnya di Gang Senyum Jalan Kelapapati Laut, Kecamatan Bengkalis, RT03 RW06, Senin (16/07/18) pukul 22.30 WIB silam.

Terdakwa Bedoy ketika itu mengajak RA (16) untuk mencari korban dengan berboncengan menaiki sepeda motor metic dari Desa Pangkalan Batang mengarah di TKP. Pelaku mencari korban karena tidak terima adik terdakwa ceritanya dipukul oleh korban ketika ada acara pesta mainan Ciboard di pernikahan di salah satu warga.

Setelah terdakwa (Bedoy) bertemu dengan korban (Zul Asmawi), pada mulanya hanya cekcok mulut saja, dan terdakwa sempat memukul dengan tangan kosong mengenai dada korban.

Namun karena pelaku ingin lebih untuk memberikan pelajaran terhadap korban, pelaku mengeluarkan pisau yang sudah disiapkan sebelumnya, dan langsung menikam satu kali kearah dada korban sebelah kiri, sampai tembus pada paru-paru.

Setelah melakukan penikaman kepada korban, malam itu juga, terdakwa Bedoy langsung kabur. Sedangkan korban Zul Asmawi setelah dadanya ditusuk pisau dapur, sempat berteriak meminta tolong kepada tiga orang temannya yang berada di TKP. Pada awalnya sebelum peristiwa itu terjadi, koban dengan teman-temannya duduk bersama di pinggir jalan sambil main Hp.

Loading...
Karena sudah tidak kuat dan banyak mengeluarkan darah, korban langsung tumbang dan mengagetkan ketiga temannya tersebut. Dan nyawa korbanpun tidak bisa diselamatkan, meskipun pada saat itu sempat dilarikan ke RSUD. (d'ari)



BERITA LAINNYA
Alhamdulilah, Lisrik di Bengkalis Kembali Normal
Minggu, 11 November 2018 | 10:07
Tiga Hari Kedepan Listrik di Bengkalis Belum Normal
Jumat, 09 November 2018 | 07:34
Amril: Kita Semua Jangan Sampai Terlena
Kamis, 08 November 2018 | 12:50
BERIKAN KOMENTAR
Top