• Home
  • Bengkalis
  • Maling Gasak Perhiasan dan Uang Tunai Rp15 Juta Milik Nenek Tua Di Bengkalis
Modus Surve Rumah

Maling Gasak Perhiasan dan Uang Tunai Rp15 Juta Milik Nenek Tua Di Bengkalis

Kamis, 09 Agustus 2018 | 18:40
Ilustrasi Net
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Hj Kamariah (80) yang merupakan warga Jalan Lebai Wahid, Desa Bantan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis yang kebetulan sedang sendirian dirumahnya, pada Rabu 8 Agustus 2018 kemaren diperkirakan pukul 10.30 wib terkena musibah pencurian.

Harta benda berupa perhiasan emas sebanyak lebih kurang 40 chi (140 gram) atau seharga hampir Rp50 juta yang tersimpan didalam tas yang terletak di dalam lemari pakaian kayu seluruhnya ludes. Selain emas, uang berjumlah sekitar Rp15 juta miliknya juga raib dikebas pelaku.

Korban Hj. Kamarinah saat ditemui sejumlah wartawan, Kamis 9 Agustus 2018 di kediamannya ketika itu didampingi Kepala Desa (Kades) Bantan Tua, Dian Saputra, SH dan Babhin Bripka Sugiarto menceritakan, sebelum diketahui perhiasan miliknya itu hilang, datang dua orang laki-laki ke rumah korban dengan menggunakan sepeda motor.

Kemudian pelaku menuju pintu bagian samping belakang. Karena merasa tidak kenal dengan kedua orang ini, korban Hj. Kamarinah menanyakan kepentingan dan keperluan pelaku tersebut.

Kedua orang diduga pelaku itu mengaku untuk bersilaturrahmi dan utusan dari kepala desa untuk melakukan survei dan pendataan untuk membedah rumah Hj Kamariah.

Mendengar ucapan pelaku itu, lalu korban mercayainya, kemudian memperkenankan kedua lelaki tersebut untuk masuk ke rumah korban.

Berlangsung cukup lama, satu orang pelaku duduk di kursi tepatnya di meja makan untuk berbincang-bincang dengan dirinya. Dan satu orang lagi, masuk ke ruang tamu bagian depan rumah mengambil gambar atau foto-foto, dan berjalan menyusuri ruangan termasuk ke dalam kamar korban.

"Saye tanye ape yang miko cari kat umah?, kato dio nak foto bedah umah. Dah lamo duduk situ (kursi, red) yang satu melayan bual. Jadi kami naik ke rumah, dah tu nengok pintu bilek (kamar, red) tebukak, dah tu kami masuk ke dalam, lemari dah tebukak. Diopun (para pelaku, red) tejonlah keluo lewat pintu masuk tadi. Jadi waktu itu orang tu beduo, saye seorang di rumah. Yang hilang emas same duet, duet Rp15 juta, dan emasnye mungken 40 chi lebih jaman dulu. Saye tahu dio meriksa-meriksa, waktu dio pegi pun saye tahu," cerita Hj. Kamarinah dengan logat melayunya seraya menyebutkan sudah ditinggal suaminya sejak delapan tahun lalu dan saat ini tinggal dengan anaknya yang sedang bekerja di Kota Bengkalis.

Korban juga berharap, perhiasannya yang sudah disimpan sejak puluhan tahun lalu itu agar dapat di kembalikan.

Sementara itu, Kades Bantan Tua, Dian Saputra menyampaikan, adanya informasi aksi pelaku yang sempat menyebutkan petugas survei bedah rumah atas perintah atau persetujuan dari Kades, dirinya menegaskan, bahwa pemerintah desa tidak pernah memberikan izin atau menyuruh seseorang untuk melakukan pendataan. Ada kegiatan program dokumentasi bedah rumah seperti sebagaimana yang di sampaikan oleh korban.

"Kita pertegas bahwa hal itu tidak benar. Itu trik pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi dan mengelabui masyarakat atau korban. Kita berharap, kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada orang yang tidak dikenali mendatangi rumah,"ungkap Kades Bantan Tua Dian Saputra kepada sejumlah wartawan.

Ia berharap kasus yang dialami warganya ini dapat terungkap dan pihak kepolisian dapat meringkus para pelakunya. Kepada masyarakat, dirinya juga mengimbau agar selalu waspada dan hati-hati agar kejadian yang sama ini tidak terulang kembali.

Kapolsek Bantan AKP Yuherman melalui Babhinkamtibmas Desa Bantan Tua Bripka Sugiarto membenarkan adanya  kejadian tersebut. Pihaknya meminta kepada pihak keluarga korban untuk membuat laporan secara resmi ke kepolisian, agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Bahwa kasus yang menimpa korban, berdasarkan dari hasil olah kejadian secara singkat, kejadian ini murni aksi pencurian atau kemalingan dan bukan korban hipnotis seperti yang sempat beredar di media sosial (Medsos),"ungkap Bripka Sugiarto.

Para pelaku diduga lebih dari satu orang ini berhasil mengelabui korban dengan berpura-pura sebagai petugas survei. Kelengahan dimanfaatkan pelaku untuk mencari barang-barang berharga milik korban yang sudah lanjut usia (Lansia).

Loading...
"Memang benar telah terjadi tindak pidana pencurian di rumah korban ini. Bukan karena dihipnotis, pencurian dengan modus yang berbeda. Jika ada yang mencurigakan, segera lapor ke yang terdekat seperti tetangga apalagi hanya tinggal sendirian di rumah,"tambahnya. (d*ari)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top