• Home
  • Bengkalis
  • FKPM Perairan Dari 46 Kelompok Nelayan Bengkalis Dikukuhkan Dit Polairud Polda Riau

FKPM Perairan Dari 46 Kelompok Nelayan Bengkalis Dikukuhkan Dit Polairud Polda Riau

Jumat, 20 Juli 2018 | 18:41
Dit PolAirud saat teken MoU dengan 46 FKPM dari kelompok Nelayan kecamatan Bantan

BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Dit Polairud Polda Riau Kombes Pol Hery Wiyanto mengunjungi Sat Polair Polres kabupaten Bengkalis, Jumat 20 Juli 2018.

Kedatangan Hery Wayanto ke Bengkalis untuk mengukuhkan sebanyak 46 kelompok nelayan yang tergabung dalam Forum Kemitraan Kepolisian Masyarakat (FKPM) untuk di perairan Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Pengukuhan tersebut berlangsung di halaman Pos Polair Polres Bengkalis Sungai Bengkel, Bengkalis langsung ditandai dengan pemasangan rompi FKPM perairan oleh Kombes Pol Hery Wiyanto dan Kasat Polair AKP Yudhi Franata.

FKPM Perairan ini digagas Satpol Air Bengkalis sebagai bentuk implementasi program Netral (Nelayan Mitra Polair) yang sedang berjalan.

Selain pengukuhan, dari pantauan dilapangan juga turut diserahkan Pas Kecil gratis kepada nelayan serta penandatangan nota kesepahaman.

"Permasalahan konflik sosial tidak hanya dapat diselesaikan oleh kepolisian saja, harus ada banyak pihak dan stakeholder yang bekerjasama untuk menyelsaikan konflik sosial di perairan,"kata Kombes Pol Hery Wiyanto, kepada sejumlah wartawan usai pengukuhan.

Pembentukan FKPM Perairan di Kecamatan Bantan, lanjut Dit Polairud ini, merupakan langkah yang baik. Ia sangat mengapresiasi terobosan yang telah dilakukan Satpol Air Polres kabupaten Bengkalis. 

"Karena di Bantan itu sudah sering terjadi konflik nelayan sehingga dibutuhkan keterpaduan antara kepolisian, masyarakat dan stakeholders yang ada di sana,"ungkapnya.

"Ini sangat penting karena konflik sosial yang terjadi di masyarakat itu walaupun masalahnya kecil kadang-kadang bisa merembet dengan hal-hal yang lebih besar. Jadi Pol Airud berinisiatif dengan membuat terobosan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,"tambahnya.

Lanjut Hery, FKPM Perairan di Bengkalis merupakan FKPM pertama yang terbentuk. Ia berharap FKPM dapat berfungsi menyelesaikan konflik sosial jika ada terjadi nantinya.

"Kalau di perairan ini memang yang perdana, memang FKPM perairan untuk yang Bantan memang yang oertama. Saya hadir disini memang untuk memberi support kelangsungan FKP itu sendiri,"ujarnya lagi.

FKPM Perairan dapat bekerja sama dan menjalin hubungan kemitraan baik dengan Satpol Air. Kemitraan yang dimaksud itu, lanjutnya tidak hanya di bidang nelayan, FKPM juga diminta untuk dapat menginformasikan jika ada kegiatan kegiatan yang mencurigakan seperti peredaran narkoba dan terorisme.

Sementara itu, Kasat Polair AKP Yudhi Franata mengungkapkan pembentukan FKPM perairan merupakan wadah penyelesaian masalah yang terjadi ditengah-tengah nelayan itu sendiri.

"FKPM merupakan wadah permasalah, kalau masalah besar kita kecilkan kalau masalah kecil kita hilangkan. Mungkin tidak sampai ke Polsek kita selesaikan secara kekeluargaan,"ungkap Kasat Pol Air Bengkalis Yudhi.

Diutarakannya lagi, konflik antar nelayan di Bantan sudah terjadi sejak tahun 1980 an,"Jadi FKPM ini anggotanya berjumlah 400 lebih tergabung pada 46 kelompok nelayan. Dengan harapan, kita bersama menciptakan keamanan dan ketertiban di Kecamatan Bantan,"tegas AKP Yudhi Franata.

Hadir pada pengukuhan tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Keluatan Provinsi Riau diwakili Wan Saida Sofli, Danramil 01 Bengkalis Mayor Inf Irwan, Kepala Dinas Perikanan Bengkalis Herliawan, Kepala TU KSOP Syafrizal dan sejumlah kepala desa di Kecamatan Bantan. (d*ari)

BERITA LAINNYA
Empat Narapidana di Bengkalis Lansung Bebas
Jumat, 17 Agustus 2018 | 20:13
BERIKAN KOMENTAR
Top