• Home
  • Bengkalis
  • Kembali Salah Satu Anggota DPRD Bengkalis Diperiksa KPK

Kembali Salah Satu Anggota DPRD Bengkalis Diperiksa KPK

Minggu, 17 Juni 2018 | 17:07
KPK RI saat melakukan penggeledahan di Bengkalis beberapa waktu lalu
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis untuk kepentingan pemeriksa kasus tindak pidana korupsi yang sedang ditanggani saat ini.

Pemanggilan itu disebut sebut berkaitan dengan kasus penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau tahun anggaran 2013 - 2015.

Dalam surat panggilan bernomor SPGL/3592/DIK.01.00/23/05/2018, oknum anggota DPRD bengkalis itu diharuskan menghadap kepada KPK di kantor Brimob Polda Riau yang beralamat di jalan KH. Ahmad Dahlan No.106, Sukajadi. Kota Pekan Baru, Provinsi Riau.

Salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat (Sekwan DPRD) Kabupaten Bengkalis, kepada sejumlah wartawan, mengakui tidak mengetahui adanya surat panggilan dari KPK yang ditujukan untuk salah seorang anggota dewan tersebut.

"Memang kabar-kabarnya demikian, tapi saya tidak tahu. Lebih jelasnya, tanyakan aja langsung sama sekwan,"ujar sumber itu, Minggu (17/6/2018) semberi meminta untuk tidak disebut namanya.

Seperti diketahui, dalam perkara proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Riau tahun 2013-2015, KPK berkali-kali melakukan penggeledahan. Hal itu dilakukan Lembaga anti rasuah sebagai salah satu tindakan yang dilakukan untuk pengumpulan bukti-bukti lebih lanjut. 

Sementara itu, berusaha media ini menghubungi lewat soluler yang bersangkutan. Tatapi nomor Hp anggota Dewan tersebut tidak aktif.

Sebelumnya, KPK juga menggeledah kantor pemerintahan di Kabupaten Bengkalis, yakni Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU), DPRD Bengkalis, Senin (19/3) lalu, dan Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Bengkalis, Jum'at (1/6) lalu .

Dalam kasus ini, dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kedua tersangka itu adalah mantan Kepala Dinas PU Bengkalis periode 2013-2015, Muhammad Nasir dan kontraktor Dirut Utama PT MRC, Hobby Siregar. (d*ari)



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top