• Home
  • Bengkalis
  • Kesal, Warga Tanam Pohon Sawit Di Tengah Jalan Desa Kembung Luar

Kesal, Warga Tanam Pohon Sawit Di Tengah Jalan Desa Kembung Luar

Senin, 11 Juni 2018 | 14:42
Kesal warga tanam pohon di tengah jalan desa Kembung Luar, kecamatan Bantan
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Kekesalan warga Desa Kembung Luar Kecamatan Bantan ini mungkin sudah tak bersisa. Berharap ada perbaikan jalan menjelang hari raya ini, nyatanya tak juga ada. Puncaknya, sejumlah ruas jalan yang mengalami rusak parah ditanami sejumlah tanaman, mulai dari sawit, kelapa juga pisang.

Tak jelas siapa yang nekat menanam pohon sawit di jalan Penghulu Marsyat Dusun Buyung Desa Kembung Luar tersebut. Masyarakat baru mengetahui ketika pagi, Senin (11/6). Kuat dugaan pohon-pohon tersebut ditanam tengah malam.

Tak butuh waktu lama, pohon-pohon di tengah jalan tersebut seketika menyebar di jejaring sosial. Sebagian komentar menyesalkan lambannya pemerintah menanggapi keluhan masyarakat terkait persoalan keruskan jalan tersebut.

"Jalan Penghulu Marsyat ini jalan poros, menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Bantan. Kondisinya memang memperihatinkan, banyak yang rusak. Beberapa waktu lalu saya juga sempat baca di media soal harapan masyarakat agar jalan tersebut diperbaiki, mungkin tak kunjung diperbaiki makanya masyarakat kesal," ujar warga setempat, Senin 11 Juni 2018.

Kekesalan juga disampaikan, Firdaus. Menurut warga setempat ini, sudah berkali-kali warga berusaha memperbaiki dengan cara menimbus dengan tanah atau kayu seadanya, namun karena jalan poros tersebut sering dilewati mobil-mobil besar, maka kondisinya kembali rusak.

"Tidak hanya di Kembung Luar di beberapa desa yang lain juga mengalami kerusakan sama. Mestinya pemerintah cepat menanggapi ini, tidak hanya fokus peningkatan jalan di tengah kota saja. Minimal kalau tidak ada peningkatan kualitas jalan yang ditimbun base pun tak  masalah, jangan tekesan dibiarkan," papar Firdaus.

Firdaus juga tidak tahu, apakah jalan poros kampungnya akan dibangun (dianggarkan untuk peningkatan) pada tahun 2018 ini. Kalau memang dianggarkan, dirinya berharap proses tersebut bisa dipercepat.

"Kalau tak masuk dalam anggaran, ya paling tidak lubang-lubang yang menganga di tengah jalan mohon ditimbus lah, jangan dibiarkan sampai putus atau sampai jatuh korban," harapnya. (d*ari)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top