• Home
  • Bengkalis
  • Berlogo 'Bulan Hitam Kematian' Mau Tawuran 22 Pelajar Bengkalis Diamankan

Berlogo 'Bulan Hitam Kematian' Mau Tawuran 22 Pelajar Bengkalis Diamankan

Rabu, 23 Mei 2018 | 00:32
Sebanyak 22 pelajar yang akan melakukan aksi tawuran diamankan anggota Bhabin Polsek Bengkalis
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM-Sebanyak 22 orang pelajar yang diduga akan melakukan aksi tawuran diamankan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis didampingi para pemuda RT05 RW01 kelurahan Rimba sekampung kecamatan Bengkalis.

Ironisnya, aksi tawuran tersebut melibatkan 22 orang pelajar, diantaranya 4 orang masih duduk ditingkat sekolah menengah atas. Sedangkan 18 orang lainnya masih duduk dibangku sekolah dasar (SD), Selasa 22 Mei 2018 kemaren pada pukul 16:30 Wib.

Sementara itu, Kapolsek Bengkalis Ajun Komisaris Polisi (AKP) Maitertika melalui anggota Bhabin Polsek Bengkalis Brigadir Deri Adrianto, S,Sos kepada Riaugreen.com, Rabu 23 Mei 2018 menyampaikan selain mengamankan 22 pelajar tersebut juga turut diamankan 7 buah diduga berupa alat yang terbuat dari seng berbentuk gergaji dengan ganggang kayu.

"Saya mendapat laporan dari warga setempat bahwa akan ada aksi tawuran antar pelajar, setelah diintrogasi ada 22 orang pelajar yang ikut terjaring. Alhamdulilah kita juga langsung melakukan deteksi dini atau menggalkan aksi tawuran ini,"ungkap Deri Adrianto kepada Riaugreen.com.

Diutarakan Brigadir Deri lagi, selain menyita sebanyak 7 buah kayu berlapis seng yang berbentuk gergaji yang diduga untuk alat tawuran. Juga diamankan baju kaos warna hitam dengan berlogo DMB atau disebut 'Bulan Hitam Kematian' dengan istilah bahasa inggrisnya 'Dead Mont Blank'.

"Selain kita menyita alat alat yang digunakan untuk tawuran, kita juga menyita berupa baju kaos warna hitam dengan istilah mereka Bulan Hitam Kematian (DMB) Dead Mont Blank,"ungkapnya sambil menyebutkan bahwa genk DMB ini adalah pasukan dari Timur.

Setelah Bhabin bersama RT setempat dibantu pemuda setempat, lanjut Brigadir Deri Adrianto, maka 22 orang pelajar beserta barang bukti bersepakat untuk langsung memanggil para orang tua para pelajar tersebut.

"Setelah kita panggil orang tuanya, seterusnya, kita buatkan surat pernyataan, kemudian mengembalikan 22 orang pelajar itu kepada orang tuanya masing-masing. Menurut keterangan dari mereka bahwa tawuran ini akan mengambil lahan dimana tempat kekuasaan merekalah kononnya,"tambah Deri Andrianto. (d*ari)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top