• Home
  • Bengkalis
  • Pemakaman Terduga Teroris di Mapolda Riau Asal Bantan Bengkalis Mendapat Pengawalan Ketat

Pemakaman Terduga Teroris di Mapolda Riau Asal Bantan Bengkalis Mendapat Pengawalan Ketat

Sabtu, 19 Mei 2018 | 10:54
FOTO DAHARI RIAUGREEN.COM
Prosesi pemakaman terduga teroris di desa Pasiran Bantan, Kabupaten Bengkalis
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Terduga teroris yang ditembak mati di Polda Riau pada Rabu (16/5/18) pada pukul 09.00 Wib lalu, atas nama Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42) warga jalan Raya Dumai-Sei Pakning, jalan santri Assakinah, kelurahan Mundan, kecamatan Medang Kampai, Dumai.

Sabtu 19 Mei 2018, jenazah korban akhirnya dimakamkan di asal Kampung halamannya, jalan Imam Bulqim desa Pasiran, kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Jenazah terduga tiba dirumah duka pada pukul 08.00 Wib.

Dari pantauan Riaugreen.com dilokasi prosesi pemakanan terduga teroris tersebut, pada pukul 08.55 WIB tepatnya di TPU Desa Pasiran, Kecamatan Bantan, Bengkalis. Tampak dalam pemakaman itu dihadiri sekitar 200 orang warga masyarakat sekitar.

Disamping itu, turut hadir juga dalam pemakaman tersebut Kapolsek Bantan AKP Yuherman, Kades Pasiran Amin dan pihak keluarga terduga. Pemakaman itu juga mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Pasiran Amin ketika diwawancarai Riaugreen.com menyampaikan, seusai sholat tarawih malam tadi, pihak desa langsung mengumpulkan pemuda dan masyarakat baik itu RT/RW dan Dusun untuk melakukan musyawarah.

"Kita malam tadi melakukan musyawarah dan juga dihadirkan dari pihak kepolisian, Alhamdulilah masyarakat menerima jenazah terduga ini. Dengan mempertimbangkan bahwa beliau ini pernah tinggal disini dan dia ini lamanya di Dumai,"ungkap Kades Pasiran Amin, Sabtu 19 Mei 2018.

Diutarakan Amin lagi, dalam hal ini, kita sesama muslim mempunyai kewajiban, seperti memandikan, mengapankan serta menyolatkan serta menguburkannya.

"Dalam hal ini adanya permintaan dari pihak keluarga, dan alhamdulilah masyarakat disini menerimanya," ungkapnya lagi, dengan menyebutkan bahwa terduga teroris ini memang lahir di pasiran tetapi sekitar 30 tahun ia tinggal di Dumai.

Selain itu, Kapolsek Bantan AKP Yuherman ketika diwawancarai mengungkapkan bahwa pengamanan ini dilaksanakan semenjak kita mendapat informasi pelaku atau terduga teroris ini merupakan warga pasiran. Maka dari itu kita dari pihak kepolisian melakukan pengamanan.

"Kita melakukan pengamanan sejak malam tadi, hingga hari pemakaman ini. Kita juga menurunkan anggota untuk melaksanakan pengamanan mulai dari RoRo sampai kerumah duka ini. Dan dilaksanakan fardhu kipayah sampai pelaksanaan pemakaman tetap kita kawal,"ungkap Kapolsek Bantan AKP Yuherman.

Dalam hal itu, lanjut Kapolsek tidak ada perlakuan khusus, tetapi kita tetap melakukan waspada walaupun bagaimana tetap waspada. 

"Kita melihat lingkungan dan situasi disekitaran rumah duka maupun dilokasi pemakaman tersebut,"ujarnya.

"Upaya kedepan, anggota kita akan tetap melakukan monitor seluruh kegiatan aktivitas masyarakat. Apabila ada hal hal yang mencurigai atau yang tidak sesuai dengan ketentuan tentu akan kita perdalami untuk akan ditindaklanjutinya,"tambah Kapolsek. (d*ari)

BERITA LAINNYA
23 ASN Bengkalis Terlibat Korupsi Segera Dipecat
Jumat, 21 September 2018 | 18:27
BERIKAN KOMENTAR
Top