• Home
  • Bengkalis
  • LSM Sarankan Dinas PUPR Bengkalis Minta Dampingi KPK untuk Lelang Proyek

LSM Sarankan Dinas PUPR Bengkalis Minta Dampingi KPK untuk Lelang Proyek

Rabu, 18 April 2018 | 15:54
Kantor Bupati Kabupaten Bengkalis
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Pemerintahan Kabupaten Bengkalis sepertinya mengalami trauma yang sangat dalam, pasca penggeledahan ke dua kalinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Padahal, momen tersebut agar menjadikan jaminan, bahwa atas adanya penindakan yang dilakukan KPK terhadap Proyek tahun jamak itu, sudah sesuai prosedur dan mekanisme yang ada.

Seharusnya, para pejabat di negeri junjungan Bengkalis menunjukkan perbaikan kinerjanya, bukan malah ketakutan.

Demikian diungkapkan sekretaris dari penggiat lembaga swadaya masyarakat Badan Anti Korupsi LIPUN kabupaten Bengkalis Wan Muhammad Sabri, ia menerangkan bahwa saat ini sudah memasuki triwulan kedua. Sementara geliat pembangunan di kabupaten Bengkalis langsung terhenti.

"Sebaiknya seluruh SOPD segera mengumumkan pembangunan yang sudah dianggarkan sebelumnya, termasuk proyek MY yang sudah disepakati dengan DPRD Bengkalis," kata Wan M Sabri kepada sejumlah wartawan Rabu (18/04/18).

Diutarakan Wan Sabri lagi, dengan kejadian tersebut, seharusnya tidak perlu ada trauma dari kasus MY Rupat. Bahkan seharusnya peristiwa itu, dijadikan tolak ukur untuk terus melanjutkan pembangunan termasuk pelaksanaan sejumlah titik Proyek MY yang telah disepakati tersebut.

"Bahkan, saya sarankan, Dinas PUPR bisa meminta KPK untuk melakukan pendampingan dalam melaksanakan Pelelangan Proyek MY tersebut," ungkap Wan Sabri lagi.

Disamping itu, masyarakat juga harus berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan pelelangan di ULP Bengkalis, agar dalam pembangunan mulai tahun 2018 sampai tahun berikutnya, benar-benar terlaksana sesuai harapan bersama.

"Satu hal yang penting, KPK bukan yang harus ditakuti, tapi sebuah lembaga yang di dalamnya merupakan orang-orang pilihan, untuk menjaga agar setiap orang jangan sampai terpeleset berbuat korupsi,"ungkapnya.

"Hari ini masyarakat di Kabupaten Bengkalis masih tetap setia menunggu janji pembangunan yang diucapkan, jangan sampai masyarakat dinodai dengan janji palsu,"imbuh Wan Sabri. (d'ari)

BERITA LAINNYA
Ribuan Rumah Warga di Bengkalis Terdampak Banjir
Senin, 15 Oktober 2018 | 12:09
BERIKAN KOMENTAR
Top