• Home
  • Bengkalis
  • Butuh 3.711 PNS, Pemkab Bengkalis Masih Tunggu Kuota dari Kemenpan RI

Butuh 3.711 PNS, Pemkab Bengkalis Masih Tunggu Kuota dari Kemenpan RI

Senin, 16 April 2018 | 18:46
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM- Ditahun anggaran 2018, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkesempatan untuk Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Peluang itu menyusul di setiap tahunnya sekitar 200 orang PNS akan memasuki masa pensiun.

Disampaikan kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) H Tengku Zainuddin kepada sejumlah wartawan menyebutkan, kepastian penerimaan CPNS pada tahun 2018 ini masih menunggu informasi dari Kemenpan RI.

"Sekarang kita masih menunggu berapa kuota yang dibenarkan atau jatah yang diberi untuk menerima CPNS tahun ini. Kita sudah sampaikan apa saja kebutuhan Pemkab Bengkalis, sudah direkap dan disampaikan," kata T Zainuddin kepada sejumlah wartawan, Senin 16 April 2018.

Disinggung tentang ada sekitar 134 daerah di Indonesia yang tidak lagi dibenarkan menerima CPNS karena tidak mampu membiayai belanja pegawai, Zainuddin menyatakan, bahwa untuk Kabupaten Bengkalis tidak termasuk di dalamnya. Menurutnya lagi,  Kabupaten Bengkalis masih bisa untuk menerima CPNS dan ada peluang,karena Bengkalis baru menggunakan baru sekitar 25,73 % dari total APBD, sementara untuk belanja pegawai tidak boleh melebihi 50 % dari total APBD.

"Bengkalis masih ada peluang, setahun saja ada 200 orang lebih pensiun, dan kita masih banyak kekurangan pegawai yang dibutuhkan,"ungkapnya.

Terkait adanya informasi rencana penerimaan CPNS tahun anggaran 2018 ini, ujarnya lagi, akan dilaksanakan setelah Pilkada, T. Zainuddin mengaku belum memperoleh informasi dari Kemen PAN RI. "Belum kita peroleh informasi resminya,"bebernya.

Berdasarkan dari data yang diusulkan BKPP Kabupaten Bengkalis, daerah ini masih kekurangan cukup fantastis jumlah kebutuhan PNS. Tercatat sebanyak 3.711 orang yang diusulkan pada tahun ini. Dari jumlah itu, untuk mengisi formasi pendidikan 1.758 orang, kesehatan 350 orang dan tenaga teknis 1.569 orang. (d'ari)


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top