• Home
  • Bengkalis
  • Di PN Bengkalis, Terdakwa Curas Serang Saksi di Hadapan Majelis Hakim

Di PN Bengkalis, Terdakwa Curas Serang Saksi di Hadapan Majelis Hakim

Rabu, 14 Maret 2018 | 13:43
FOTO DAHARI RIAUGREEN.COM
Ketua PN Bengkalis Drs H. Sutarno SH MH ketika melihat langsung usai kejadian penyerangan terdakwa terhadap dua orang saksi
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Hadumun Tambunan, dia adalah terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis atas kasus dugaan pencurian di Kecamatan Mandau, Duri yang menjeratnya.

Saat sidang akan digelar, Rabu 14 Maret 2018 pada pukul 12.10 Wib, ketika itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis mendatangkan dua orang saksi dalam persidangan tersebut.

Dari pantauan Riaugreen.com di PN Bengkalis terdakwa Hadumun Tambunan tiba tiba menyerang dan akan memukul kedua saksi, Sahat Manulang dan Jaka.

"Padahal, sidang belum mulai. Tiba tiba dia langsung menyerang kami, dan kami sempat menangkis dari pukulan berutal Hadumun. Kamipun tidak menyangka bisa ada kejadian seperti ini. Kalau saya menilai dia tidak terima dan kemudian mengamuk,"ungkap Sahat Manulang, kepada RiauGreen.com.

Diungkapkan Sahat Manulang, terdakwa Hadumun merupakan kasus pencurian disalah satu rumah warga Duri, Mandau. Dan waktu Hadumun ditangkap masa ketika itu, kebetulan dirinya (Saksi red,) berada di TKP.

"Sewaktu masa menangkap terdakwa ini saya saat itu ada disana, dan menjadi saksi di persidangan sekarang ini,"imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis Drs H. Sutarno SH MH, ketika diwawancarai membenarkan dengan kejadian tersebut. Sutarno mengungkapkan, untuk keamanan di PN Bengkalis dia menilai sudah cukup.

"Kalau untuk keamanan saya nilai sudah cukup, ada rekan-rekan dari, Polres, Kejaksaan Negeri dan dari keamanan di PN Bengkalis pun sudah ada. Dan kejadian ini memang diluar dugaan kami," ungkap Ketua PN Bengkalis Sutarno SH MH.

Diungkapkan Ketua PN Bengkalis, dia menduga bahwa antara terdakwa dengan korban diduga sebelumnya sudah ada masalah. Ketika melihat di persidangan terdakwa ini langsung menyerang saksi.

"Intinya jika saya menilai, antara terdakwa dan saksi (korban red,)sebelumnya ada masalah. Terdakwa ini tiba tiba langsung muncul emosinya, tapi untung saja, saat kejadian itu ada rekan dari Komisi Yudisial yang memantau di PN Bengkalis," kata Sutarno dengan menyebutkan ke Komisi Yudisial untuk melanjutkan ke atas.

Disamping itu, kata Sutarno lagi, dengan kejadian tersebut, rekan rekan Majelis Hakim di PN Bengkalis memang belum mendapatkan pengawalan yang sebetulnya, untuk keamanan dan kenyamanan.

"Kalau saya menilai, terdakwa ini sebelumnya ada masalah dengan korban," imbuh Ketua PN.

Selain itu, dari pengakuan terdakwa Hadumun ketika ia ditangkap, saat itu dirinya sudah dihakimi masa dan juga akan dibunuh.

"Dia itu mau bacok kepala aku dua kali, satunya lagi menikam dibagian bawah dagu. Terus mereka pegang kepala aku dan diberaknya mulut aku,"tutur terdakwa Hadumun menjelaskan.

"Kalau aku berdarah-darah gak apa-apa, aku tau aku jahat. Kalau gak cepat Polisi datang saat itu habis aku dibakar,"ujar Hadumun singkat. (d*ari)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top