• Home
  • Bengkalis
  • Diskes Bengkalis Usulkan Tambahan Kuota PBI Kerjasama BPJS Kesehatan Tahun 2018

Diskes Bengkalis Usulkan Tambahan Kuota PBI Kerjasama BPJS Kesehatan Tahun 2018

Minggu, 11 Maret 2018 | 11:18
Morizon Zainal

BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Kepala Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan di Dinas Kesehatan, Kabupaten Bengkalis Marizon Zainal mengungkapkan telah mengusulkan tambahan kuota kepersepakatan PBI di APBD Tahun 2018.

Diungkapkan Marizon Zainal, untuk peserta PBI APBD Kabupaten Bengkalis per 1 Januari 2018 berjumlah 39.705 Jiwa. Sedangkan untuk kuota peserta yang disepakati pada perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan cabang Dumai dengan Pemkab Bengkalis berjumlah sebesar 40.371 jiwa.

"Dari jumlah 40.371 jiwa ini, sehingga masih tersisa kuota sebanyak 666 jiwa," ungkap Morizon Zainal, Minggu 11 Maret 2018.

Dalam hal ini, lanjut Morizon, juga masih terdapat data peserta yang bukan penerima upah (PBPU) dengan rekomendasi dari Dinas Sosial yang belum dialihkan sebesar 6.540 jiwa. Dan untuk tahap IX dan X di Tahun 2017 sebesar 4.172 jiwa, sedangkan tahap I Bulan Januari Tahun 2018 sebesar 1.506 jiwa.

"Jadi, dengan mempertimbangkan instruksi Presiden RI Nomor 8 Tahun 2017 tertanggal 23 November tentang optimalisasi pelaksanaan program JKN, maka diharapkan dapat dukungan dari Pemerintah Kab. Bengkalis, yang salah satunya adalah mengupayakan seluruh penduduk Bengkalis terdaftar sebagai peserta JKN,"ungkap Morizon lagi.

Sambil menunggu regulasi pergerseran, katanya lagi, PBI APBN ke PBI APBD Tahun 2017 sebanyak 8.432 jiwa, ini verifikasi dan Validasi. Disamping itu, untuk penambahan bagi keluarga miskin dari Dinsos Kab. Bengkalis untuk diintegrasikan ke JKN sebesar 35.828 jiwa tahun 2018 dan pengalihan rekomendasi yang diusulkan oleh Dinsos Bengkalis.

"Dinsos Bengkalis untuk di rekonsiliasikan oleh BPJS cabang Dumai, agar tidak ada masyarakat miskin atau kurang mampu yang tidak di integrasikan. Dan untuk sementara kami dari Diskes sudah mengajukan penambahan kouta kepersetaan PBI APBD Tahun 2018 sebesar 20.000 jiwa,"tambahnya dengan menyebutkan Rp8,9 Milyar per tahun. (d*ari)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top