• Home
  • Bengkalis
  • Dinilai Kurang Tanggung Jawab, AMPL Geruduk PT. SDA

Dinilai Kurang Tanggung Jawab, AMPL Geruduk PT. SDA

Kamis, 08 Februari 2018 | 09:18
Unjukrasa yang tergabung dari AMPL di PT. SDA Bukit Batu, Kab. Bengkalis
BUKIT BATU, RIAUGREEN.COM - Geram terhadap PT Surya Dumai Agrindo (SDA) masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Batang Duku Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis gelar aksi unjukrasa menuntut tanggung jawab sosial dan lingkungan serta ketenagakerjaan lokal desa Batang duku, Rabu (7/2/18) kemaren.

Aksi dimulai dengan titik kumpul dilapangan bola Batang duku yang dilanjutkan dengan konvoi menuju PT SDA. Jumlah massa diperkirakan ratusan orang.

Sementara, Fahmi selaku Koordinator umum menyampaikan bahwa aksi ini adalah murni dari aspirasi masyarakat desa Batang duku yang telah geram terhadap perusahaan yang dikira tidak memenuhi tanggung jawab dari perusahaan.

"Selama bertahun - tahun perusahaan berdiri tegak dikampung kami, namun tidak menyadari akan kewajiban yang harus mereka penuhi terhadap masyarakat setempat,"tegas Fahmi yang juga merupakan ketua Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bukit batu.

Lanjut Fahmi lagi, aksi bertujuan ke pusat kantor PT. SDA untuk menemui pimpinan perusahaan demi menyampaikan aspirasi masyarakat. Namun sayang, aksi ini sempat terhalang di pintu masuk pos 1 PT. SDA oleh pihak polisi dan security, yang sempat memancing situasi aksi sempat menjadi panas.

Tepatnya, pada pukul 11.00 wib masa yang emosi sempat membakar ban yang disusul dengan sedikit benturan antara pihak keamanan massa aksi, namun bisa kembali dikondusifkan setelah pihak PT SDA yang diwakili oleh manajer Humas Asmadi Harun SH menemui massa aksi.

Setelah perwakilan perusahaan hadir menemui massa aksi, maka perwakilan massa aksi sebanyak 12 orang yang disaksikan oleh Danramil Bukit batu, Kapolsek Bukit batu, Sekcam Bukit batu Kanit intel Kapolres Bengkalis, Kepala Desa Batang duku, Ketua BPD Batang duku dan tokoh masyarakat Desa Batang duku yang akhirnya memperoleh hasil kesepakatan antara pihak perusahaan dan pihak massa aksi.

"Pada akhir aksi berita acara, ada kesepakatan dibacakan oleh koordinator umum kepada seluruh massa aksi," ungkap Fahmi lagi menerangkan.

Fahmi menyampaikan akan terus mengawasi point point yang telah tersepakati, jika tidak terealisasi atau dilanggar, maka masyarakat akan membuat aksi susulan dengan massa aksi yang berlipat ganda.

"Kita akan terus mengawal kesepakatan ini, jika tidak terealisasi atau dilanggar, maka kami akan kembali menggelar aksi yang lebih besar, bahkan akan memblokade aktifitas keluar masuk mobil perusahaan,"ungkap fahmi lagi. (d*ari)

BERITA LAINNYA
Empat Narapidana di Bengkalis Lansung Bebas
Jumat, 17 Agustus 2018 | 20:13
BERIKAN KOMENTAR
Top