• Home
  • Bengkalis
  • Pemalsuan TTD Bupati Amril, Robi: Perintah Hakim, Eduar Harus Dihadirkan, Jika Tidak Akan Dijemput Paksa

Pemalsuan TTD Bupati Amril, Robi: Perintah Hakim, Eduar Harus Dihadirkan, Jika Tidak Akan Dijemput Paksa

Rabu, 08 November 2017 | 12:50
Saksi Susi saat dihadirkan sebagai saksi di persidangan di PN Bengkalis
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Kepala Seksi Tindak Pidana Hukum (Pidum) kejaksaan Negeri Bengkalis Robi Harianto SH, mengatakan dalam perkara kasus pemalsuan tandatangan Bupati Bengkalis yang telah di persidangkan di Pengadilan Negeri Bengkalis.

Dalam perkara tersebut, tergantung penyidik ada tidaknya soal penambahan tersangka dalam kasus tersebut.

"Kalau soal penambahan tersangka itu tergantung penyidik, kita melihat faktor di persidangan saja. Saksi susi itu mengatakan bahwa dia diperintah oleh kepala Dinasnya Eduar,"kata Robi Harianto, Rabu (8/11/17) kepada sejumlah wartawan.

Diutarakan Robi lagi, dalam persidangan lanjutan nantinya, saksi Susi akan kembali dihadirkan dalam sidang sekaligus dihadirkan mantan kepala Dinasnya Eduar.

"Eduar itu harus kita hadirkan, kalau dia nggak hadir juga, dalam panggilan ketiga ini maka dia akan di jemput paksa. Disamping itu, dalam perkara ini juga, Bupati Amril Mukminin juga akan dilakukan pemanggilan melihat jadwalnya, minggu depan atau minggu berikutnya,"ungkap Robi lagi.

Lanjut Robi, saksi yang belum dihadirkan dalam sidang perkara pemalsuan tandatangan Bupati tersebut masih ada 12 orang saksi lagi, yang harus dihadirkan,"saksi yang sudah hadir sekitar 5 orang. Yang jelas Eduar itu sudah dilakukan pemanggilan kedua kalinya, jika tetap tidak hadir ketiga kalinya ini, maka akan dijemput paksa, ini perintah hakim,"tegas Robi lagi.

Karena apa, dalam perkara ini, Hakim memerintahkan bahwa Eduar itu harus dihadirkan, karena dia itu saksi kunci dalam perkara ini,"Susi mengatakan dipersidangan bahwa dia diperintahkan oleh pak Eduar, pak Eduar,"ujar Robi lagi.

Sebelumnya, sidang dakwaan kasus dugaan palsukan tanda tangan (TTD) Bupati Bengkalis Amril Mukminin terkait penerbitan izin prinsip pembangunan kepariwisataan di Kecamatan Rupat Utara kepada PT. Bumi Rupat Indah (BRI)yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis. 

Dua terdakwa Bukhari (52) didampingi Penasehat Hukum (PH) Khairul Majid dan terdakwa Muska Arya alias Arya (42) tanpa didampingi PHnya. Sidang berlangsung di ruang Kartika dipimpin Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah Idris, SH, Hakim Anggota Wimmi D Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis, Novriansyah, SH dan Handoko, SH.

Dalam perkara tersebut, Bukhari dan Muska Arya dijerat dengan dakwaan pertama Pasal 263 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, dan dakwaan kedua Pasal 263 Ayat (2) KUHPidana. (d*ari)

BERITA LAINNYA
3 Siswa SDN 5 Bengkalis Terima Beasiswa Berprestasi
Kamis, 16 November 2017 | 16:01
BERIKAN KOMENTAR
Top