• Home
  • Bengkalis
  • Penyusunan SPJ Desa Sering Jadi ‘Momok’, Yuhelmi: Desa harus mampu kelola keuangan dengan baik

Penyusunan SPJ Desa Sering Jadi ‘Momok’, Yuhelmi: Desa harus mampu kelola keuangan dengan baik

Selasa, 10 Oktober 2017 | 18:31
Plt Kadis PMD, Drs H Yuhelmi berbincang dengan direktur Bengkalis Institute, Ruliono (baju hitam) di sela-sela acara Bimtek Tata Kelola Keuangan Desa dan Penyusunan APBDesa tahun 2017, Selasa (10/10)
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Drs H Yuhelmi M.Si, mengapresiasi keberadaan Bengkalis Institute yang dinakhodai, Ruliono dkk atas komitmen dan kepeduliannya memberikan bimbingan terkait pemerintahan da pembangunan desa terutama menyangkut persoalan tata kelola keuangan desa.

            Setelah sebelumnya menjalin kerjasama dengan Obudsman RI Perwakilan Riau dengan menggelar seminar dan sosialisasi pelayanan publik yang melibatkan puluhan kepala desa dan ketua BPD se Kecamatan Bengkalis dan Bantan, Selasa (10/10), kembali Bengkalis Institut membekali puluhan kades dan bendahara desa dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Keuangan Desa dan Penyusunan SPJ APBDesa Tahun 2017.

            "Saya mengapresiasi atas inisiasi dan komitmen bapak Ruliono dibawah bendera Bengkalis Institutnya ini. Bengkalis Institute kami nilai memiliki berkomitmen yang tinggi, bagaimana pengelolaan keuangan desa dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pembangunan desa berjalan dengan baik, sesuai harapan kita semua," sebut Yuhelmi.

            Diakui Yuhelmi, Bimtek Tata Kelola Keuangan Desa sangatlah penting. Untuk itu, kembali dirinya mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya apa yang telah dilakukan oleh Bengkalis Institute, sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan pemerinta desa.

            "Kegiatan Bimtek ini memang tidak wajib, tapi melihat dari isi dan makna yang terkandung dalam Bimtek ini mak iaya sangat penting untuk diikuti oleh para kepala desa dan bendahara desa. Alhamdulillah, kegiatan mendapat sambutan positif dari kades se Kecamatan Bengkalis dan Bantan, harapan saya, manfaatkan bimtek ini dengan sebaik-baiknya," pesan Yuhelmi.

            Sebagai orang lama di PMD, Yuhelmi pahal betul berbagai persoalan yang terjadi di pemerintahan desa. Berbagai persoalan itu katanya tidak terlepas dari tata kelola keuangan dan SPJ. "Makanya saya nilai bimtek yang digelar oleh kawan-kawan Bengkalis Institute ini sangat penting untuk diikuti," ungkapnya.

            Sebelumnya, Direktur Bengkalis Institute, Ruliono menyampaikan, digelarnya bimtek tata kelola keuangan desa dan penyusunan SPJ, bagian dari ikhtiar Bengkalis Institute bersama PMD, bagaimana keuangan desa bisa dikelola dengan baik dan benar serta transparansi dan akhirnya bisa dipertanggungjawabkan.

            Bimtek yang digelar selama dua hari di salah satu hotel di Bengkalis itu juga bukan muncul tiba-tiba atau tanpa alas pikir kata Ruliono. Banyak persoalan yang ditemukan di pemerintahan desa, terutama menyangkut pengelolaan dan penyusunan SPJ.

            "Bahkan sempat muncul ungkapan dari PMD, kalau SPJ tidak selesai maka dana desa tidak akan dicairkan. Ungkapan ini tidak salah. Sebuah ungkapan agar kita serius mengelola dana desa dan menyusun SPJ-nya. Maka tidak heran, kalau SPJ itu sering disbut sebagai 'momok', karena seringkali menimbulkan persoalan. Atas dasar itu pula, kami sampaikan kepada pak Yuhelmi, alhamdulillah PMD mendukung bimtek yang kita gelar hari ini,"ujar Ruli.

            Acara yang diikuti kepala desa dan bendahara desa se Kecamatan Bengkalis dan Bantan tersebut berlangsung selama dua hari dengan menghadiran narasumber Plt Kadis PMD, Yuhelmi, perwakilan dari Pajak Pratama Bengkalis, Ruli Afandi (Kasi Intel dan Ketua TP4D Kejari Bengkalis), Kasubag Keuangan dan Perlengkapan dinas PMD serta Kasubag Keuangan dan Asset Desa Dinas PMD. (d'ari) 

BERITA LAINNYA
Cabang Fahmil Bengkalis Rebut Juara 1 dan 3
Kamis, 14 Desember 2017 | 13:34
Fahmil Putra Asal Bengkalis Masuk Final
Rabu, 13 Desember 2017 | 12:50
BERIKAN KOMENTAR
Top